SERANG, KONTAK BANTEN – Koalisi Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel mendesak pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan pelebaran ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) menjadi dua jalur empat lajur. Desakan tersebut disampaikan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur yang menjadi akses utama kawasan industri dan pelabuhan tersebut.
Aspirasi itu disampaikan dalam aksi yang digelar di ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak, Kabupaten Serang, Senin (27/7/2026). Masyarakat menilai kondisi jalan yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu menampung tingginya volume kendaraan, khususnya truk logistik dan angkutan tambang yang setiap hari melintas.
Ketua Presidium Koalisi Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel, Munib, mengatakan ruas jalan sepanjang kurang lebih 32 kilometer tersebut kini menjadi salah satu jalur dengan tingkat kecelakaan yang tinggi di Kabupaten Serang.
Menurutnya, hampir setiap pekan terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan warga, mahasiswa hingga pelajar. Sebagian besar kecelakaan diduga dipicu sempitnya badan jalan yang membuat pengendara sepeda motor kesulitan menghindari kendaraan berat.
"Kami memohon kepada pemerintah pusat, mulai dari Bapak Presiden, Menteri, Gubernur hingga Bupati agar aspirasi masyarakat ini segera direalisasikan. Jalan yang sempit membuat pengguna jalan tidak nyaman, membahayakan keselamatan masyarakat, dan sering menimbulkan kecelakaan yang merenggut korban jiwa," ujar Munib.
Jalan Tidak Lagi Mampu Menampung Kendaraan Berat
Munib menjelaskan, meningkatnya aktivitas industri di kawasan Bojonegara dan Pulo Ampel membuat arus kendaraan berat terus bertambah setiap tahun. Kondisi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua harus berbagi ruang dengan truk-truk bertonase besar, termasuk kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang kerap melintas di jalur tersebut.
"Kondisi ini sangat berbahaya. Ruang gerak pengendara sangat terbatas ketika berpapasan dengan truk besar, sehingga risiko kecelakaan semakin tinggi," katanya.
Tolak Pelebaran Setengah Hati
Koalisi masyarakat menegaskan tidak menginginkan pelebaran jalan yang hanya menambah lebar sekitar satu meter di sisi kanan dan kiri sebagaimana rencana awal.
Mereka meminta pemerintah membangun jalan secara menyeluruh menjadi dua jalur dengan empat lajur, sehingga mampu mengakomodasi tingginya lalu lintas kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Kalau hanya dilebarkan sedikit, persoalan tidak akan selesai. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan empat lajur agar kendaraan besar dan kendaraan masyarakat memiliki ruang yang lebih aman," tegas Munib.
Minta Truk Tambang Ditertibkan
Selain pembangunan infrastruktur, masyarakat juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap operasional truk tambang.
Koalisi mendesak penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pengaturan kendaraan tambang dilakukan secara tegas agar kendaraan beroperasi sesuai jam dan ketentuan yang berlaku.
Menurut mereka, penegakan aturan terhadap kendaraan bertonase besar sama pentingnya dengan pembangunan jalan untuk menekan angka kecelakaan.
Keluarga Korban Minta Pemerintah Bertindak
Harapan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata juga disampaikan Abdul Latif, warga Bojonegara yang keluarganya pernah menjadi korban kecelakaan di jalur tersebut.
Ia mengaku dalam satu hari, empat anggota keluarganya mengalami kecelakaan di ruas Jalan Serdang-Bojonegara-Merak. Satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.
"Dalam sehari empat anggota keluarga saya menjadi korban kecelakaan. Satu orang meninggal dunia di Kampung Solok Kidul, sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka di kawasan Ragas, Bojonegara. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan dan menertibkan operasional truk tambang agar tidak ada lagi korban berikutnya," kata Latif.
Harapkan Langkah Nyata Pemerintah
Melalui aksi tersebut, masyarakat berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelebaran Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak.
Selain dinilai mampu mengurangi angka kecelakaan, pelebaran jalan juga diyakini akan meningkatkan kelancaran distribusi logistik menuju kawasan industri dan pelabuhan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.(TIM ONE)

.gif)