< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman Al-Qur'an Ponpes Al-Madina Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas dan Karakter Santri

Senin, 06 Juli 2026 | Senin, Juli 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-06T01:02:37Z

 

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani


PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madina yang berlokasi di Kampung Kadubincarung, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menggelar Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman Al-Qur'an, Sabtu (4/7) malam. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian proses pembelajaran para santri sekaligus ajang untuk menampilkan kemampuan, bakat, dan kreativitas yang telah diasah selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, pimpinan pondok pesantren, para ustaz dan ustazah, tokoh masyarakat, wali santri, serta tamu undangan lainnya. Beragam penampilan seni, keterampilan, dan kemampuan para santri ditampilkan sebagai hasil pembinaan yang dilakukan selama proses pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan bahwa pendidikan di pondok pesantren saat ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran ilmu agama, tetapi juga harus mampu membentuk santri yang kreatif, inovatif, memiliki keterampilan, serta siap menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya, keterampilan menjadi salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh setiap santri agar mampu bersaing di dunia pendidikan maupun ketika terjun di tengah masyarakat.

"Kita harus memiliki kemampuan. Panggung kreasi ini menjadi wadah untuk mengasah keterampilan, mengembangkan ide, dan menuangkan gagasan. Apa yang ditampilkan menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga bagi para santri Al-Madina," kata Dewi saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, keberanian para santri tampil di hadapan masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan seperti ini, para santri dilatih untuk memiliki rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta mengekspresikan potensi yang dimiliki.

Bupati Dewi juga memberikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren beserta seluruh tenaga pendidik yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Menurutnya, keberhasilan para santri dalam menampilkan berbagai pertunjukan pada malam tersebut tidak terlepas dari dedikasi para ustaz dan ustazah yang terus mendampingi mereka selama proses belajar.

"Kami yakin para ustaz dan ustazah telah membimbing anak-anak kita dengan penuh kesabaran, sehingga mereka mampu tampil percaya diri dalam panggung yang megah ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi mengapresiasi sistem pendidikan yang diterapkan Ponpes Al-Madina karena dinilai mampu memadukan pendidikan agama dengan pengembangan keterampilan dan jiwa kewirausahaan. Selain dibekali ilmu keislaman, para santri juga diarahkan untuk memiliki karakter yang kuat, akhlakul karimah, serta kemampuan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan.

Ia berharap para santri dapat menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

"Para santri ini merupakan generasi penerus bangsa. Semoga ilmu yang kalian peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi bekal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan," pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Madina, KH Dedi Humaedi, mengatakan kegiatan Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman Al-Qur'an merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan ruang bagi santri untuk menampilkan hasil belajar sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik.

Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan di Ponpes Al-Madina, para santri tidak hanya mendapatkan pendidikan formal dan pendidikan agama, tetapi juga dibekali berbagai kemampuan penunjang, seperti penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, keterampilan berbicara di depan umum, serta berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat.

"Alhamdulillah, para santri telah dibekali berbagai kemampuan, termasuk penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mudah-mudahan seluruh suguhan kreativitas yang ditampilkan malam ini dapat memberikan kesan yang baik bagi para tamu undangan," katanya.

Menurut KH Dedi Humaedi, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pertanggungjawaban pondok pesantren kepada orang tua santri atas proses pendidikan yang telah dilaksanakan. Selain menjadi hiburan, panggung kreasi juga memperlihatkan perkembangan kemampuan para santri selama menjalani pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, pihak pondok berharap para santri semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memiliki keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, serta mampu menjadi pribadi yang mandiri, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman Al-Qur'an Ponpes Al-Madina pun berlangsung dengan penuh antusias. Para tamu undangan memberikan apresiasi atas berbagai penampilan yang disuguhkan para santri. Diharapkan kegiatan seperti ini terus menjadi bagian dari proses pendidikan pesantren dalam mencetak generasi yang unggul, religius, kreatif, dan berdaya saing.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update