< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Permainan Tradisional Jadi Daya Tarik Festival Cisadane 2026, Pengunjung Diajak Bernostalgia dan Lestarikan Budaya

Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-25T15:16:20Z

 



TANGERANG KONTAK BANTEN Festival Cisadane 2026 tidak hanya menyuguhkan hiburan, kuliner, dan pertunjukan seni budaya. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Banten turut menghadirkan arena permainan tradisional sebagai upaya mengajak masyarakat mengenang kembali permainan warisan Nusantara sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Stan permainan tradisional menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi selama festival berlangsung. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mencoba berbagai permainan yang kini mulai jarang dijumpai di tengah perkembangan teknologi digital.

Berbagai permainan khas Nusantara seperti engklek, congklak, egrang batok, egrang bambu, gasing, hingga kelereng dapat dimainkan secara gratis oleh seluruh pengunjung. Kehadiran arena tersebut menghadirkan suasana berbeda sekaligus menjadi alternatif hiburan yang mengedepankan interaksi dan aktivitas fisik.

Pengunjung Bernostalgia dengan Permainan Masa Kecil

Salah seorang pengunjung, Abdul Hafiz (46), mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah mengisi masa kecilnya. Menurutnya, kehadiran permainan tradisional di Festival Cisadane menjadi sarana untuk mengenang masa lalu sekaligus memperkenalkannya kepada anak-anak yang kini lebih akrab dengan permainan digital.

"Yang pasti seru sekali. Permainan tradisional sekarang sudah mulai dilupakan anak muda. Dengan adanya Festival Cisadane ini, kami jadi bisa bernostalgia dan mengingat kembali masa kecil yang penuh permainan seperti ini," ujar Abdul.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun agar permainan tradisional tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

BPK Banten Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Banten, Sarmad, mengatakan kehadiran stan permainan tradisional merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan kerja sama yang penting untuk dikenalkan kepada anak-anak.

"Melalui Festival Cisadane, kami ingin memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. Harapannya, anak-anak dan generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga ikut melestarikan budaya yang menjadi identitas bangsa," kata Sarmad.

Hadirkan Pameran Seni dan Workshop

Selain arena permainan tradisional, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Banten juga menghadirkan pameran karya seni berupa lukisan dan kerajinan tangan hasil karya siswa Sekolah Khusus (SKH).

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif selama festival berlangsung. Pada Jumat (24/7), BPK menggelar workshop melukis, sedangkan pada Sabtu (25/7) diselenggarakan workshop membatik yang dimulai pukul 13.30 WIB.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang kekayaan budaya Indonesia.

Menjaga Warisan Budaya Tetap Hidup

Melalui Festival Cisadane 2026, permainan tradisional kembali mendapat ruang di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Festival ini diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak melupakan permainan tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia serta terus melestarikannya di tengah perkembangan era digital.


Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update