< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Menteri PANRB Rini Widyantini Ajak ASN Jaga Integritas dan Tingkatkan Pelayanan Publik, DPR Soroti Mentalitas Birokrasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | Sabtu, Juli 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-18T12:37:03Z

 


JAKARTA, KONTAK BANTEN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan surat terbuka kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Melalui pesan tersebut, Rini memberikan apresiasi atas dedikasi para ASN sekaligus mengajak mereka untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Surat terbuka itu diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (18/7/2026) sebagai bentuk penghargaan kepada jutaan ASN yang setiap hari menjalankan tugas di berbagai daerah, mulai dari perkotaan hingga pelosok Indonesia.

"Untuk seluruh ASN yang saya cintai dan banggakan. Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat. Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian, dan menjadi kebanggaan Indonesia," tulis Rini.

Apresiasi Pengabdian ASN di Seluruh Indonesia

Rini mengakui tugas sebagai ASN tidak selalu mudah. Banyak aparatur yang harus bekerja di tengah keterbatasan fasilitas, tingginya ekspektasi masyarakat, hingga menghadapi kelelahan dan persoalan pribadi.

Meski demikian, menurutnya para ASN tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah negara dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk pelayanan yang diberikan ASN, sekecil apa pun, merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Negara hadir melalui tangan-tangan Anda," tulis Rini dalam surat terbukanya.

Pelayanan ASN Jadi Wajah Kehadiran Negara

Menteri PANRB menjelaskan bahwa kerja keras ASN mungkin tidak selalu mendapat perhatian atau penghargaan. Namun, kontribusi mereka sangat nyata dalam berbagai sektor pelayanan publik.

Mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan administrasi pemerintahan, seluruhnya menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurut Rini, ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang maju melalui birokrasi yang profesional, bersih, dan melayani.

Ajak ASN Pegang Teguh Nilai BerAKHLAK

Menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional, Rini mengajak seluruh ASN menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, saling mendukung antarsesama pegawai, serta membangun birokrasi yang adaptif terhadap perubahan.

"Mari kita buktikan bahwa birokrasi bukan sekadar menjalankan administrasi, tetapi menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan," ujarnya.

Di akhir suratnya, Rini kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap bekerja dengan penuh dedikasi meski tidak selalu berada di bawah sorotan publik.

"Teruslah melayani, teruslah menginspirasi, dan teruslah menjaga Indonesia. Indonesia yang maju tidak lahir dari kerja satu orang, tetapi dari jutaan ASN yang memilih untuk tetap mengabdi dengan hati," pungkasnya.

DPR Soroti Mentalitas ASN dan Reformasi Birokrasi

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizami Karsayuda menilai reformasi birokrasi masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kualitas sumber daya manusia aparatur.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri PANRB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Rifqi, efektivitas birokrasi Indonesia masih belum optimal, sebagaimana tercermin dalam sejumlah indikator internasional seperti Government Effectiveness Index (GEI) dan Corruption Perception Index (CPI).

Ia menilai persoalan utama bukan hanya pada sistem digital pemerintahan, tetapi juga pola pikir dan budaya kerja sebagian ASN yang dinilai belum berubah.

"Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya juga belum berubah. Masih absen, pulang, ngopi, sore absen lagi," kata Rifqi.

Dorong Penilaian Kinerja ASN Lebih Ketat

Rifqi mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepegawaian, termasuk memperkuat sistem penilaian kinerja agar birokrasi lebih kompetitif, profesional, dan berorientasi pada hasil.

Ia juga mengingatkan bahwa besarnya belanja pegawai di sejumlah daerah telah mengurangi ruang fiskal pemerintah untuk membiayai sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, reformasi birokrasi dinilai harus mampu melahirkan ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, dan benar-benar memberikan pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan penguatan integritas, peningkatan kompetensi, serta reformasi sistem birokrasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap ASN dapat menjadi motor penggerak pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update