SERANG KONTAK BANTEN – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengancam akan mencabut izin trayek perusahaan otobus (PO) yang armadanya masih berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya. Peringatan keras itu disampaikan menyusul kecelakaan maut yang melibatkan Bus Asli Prima di Simpang Palima, Kota Serang.
Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (30/6/2026) itu menewaskan seorang pengendara sepeda motor. Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Asli Prima diduga menerobos lampu merah sebelum menabrak korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Soroti Sopir Bus yang Ugal-ugalan
Dimyati menilai perilaku sebagian sopir bus di jalan raya sudah sangat membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Menurutnya, pengemudi yang ugal-ugalan hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan risiko yang dapat mengancam nyawa orang lain.
"Kenapa tipikalnya kalau ada mobil lain dia jadi ugal-ugalan. Dia enggak mikir keselamatan warga, keselamatan penumpang. Dia mikir dirinya sendiri. Itu rada error," kata Dimyati, Kamis (2/7/2026).
Minta Sopir Ditindak Tegas
Dimyati meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap sopir yang terbukti membahayakan keselamatan di jalan. Menurutnya, pengemudi seperti itu harus diberhentikan dan surat izin mengemudinya (SIM) dicabut agar tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat.
"Saya minta sopir-sopir begitu diberhentikan, distop, dan SIM-nya dicabut. Saya kecewa, sering sekali antarbus tabrakan. Mereka seolah merasa menguasai jalanan dan enggak mikir keselamatan. Dia pikir hebat seperti balap mobil. Balap mobil ada di Mandalika, bukan di jalan raya," ujarnya.
Pemprov Banten Siapkan Sanksi untuk Perusahaan Otobus
Selain menindak pengemudi, Pemerintah Provinsi Banten juga akan memberikan sanksi administratif kepada perusahaan otobus yang armadanya berulang kali melakukan pelanggaran lalu lintas.
Dimyati menegaskan, perusahaan akan lebih dulu diberikan peringatan. Namun, jika pelanggaran terus berulang, Pemprov Banten tidak akan ragu mencabut izin trayek perusahaan tersebut.
"Trayek ini kan sudah ada izinnya, kita warning dulu. Kalau ada beberapa armada melakukan hal yang sama, kita cabut izin trayeknya," tegasnya.
Polisi Masih Selidiki Kecelakaan
Sementara itu, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut Bus Asli Prima di Simpang Palima. Sopir bus telah diperiksa sebagai bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap kronologi kejadian dan menentukan unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik sekaligus memicu desakan agar pengawasan terhadap operasional perusahaan otobus dan perilaku pengemudi di jalan raya diperketat guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

.gif)