![]() |
TANGERANG KONTAK BANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong seluruh perguruan tinggi di Provinsi Banten untuk terus memperkuat inovasi teknologi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, dan transformasi digital.
Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat membuka Banten Festival Teknologi 2026 Paguyuban Pasundan yang digelar di Universitas Tangerang Raya (Untara), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/7/2026).
Festival bertema "Banten Tech Festival: Explore Innovation, Showcase Technology and Compete for the Future" itu menjadi ajang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri melalui pameran inovasi teknologi, produk UMKM, serta diskusi interaktif yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Banten.
Teknologi Jadi Penentu Daya Saing
Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa penguasaan teknologi kini menjadi faktor utama dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya, kualitas SDM harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten menjadikan peningkatan kualitas SDM melalui sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
"Pemprov Banten siap mendukung penuh segala bentuk kegiatan yang mendukung kemajuan teknologi," ujar Dimyati.
Ia menilai kegiatan seperti festival teknologi menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperlihatkan hasil riset, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri.
Tinjau Berbagai Inovasi Mahasiswa
Usai membuka acara, Dimyati meninjau berbagai karya inovatif yang dipamerkan oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banten.
Beberapa inovasi yang menarik perhatian di antaranya:
- IoT Sensor Spy, Game Virtual Reality (VR), dan pengembangan website dari Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
- Hydrify Smart Watering System serta GovTech DataOps dari Universitas Insan Pembangunan Indonesia.
- Soil Moisture Monitoring System hasil karya mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Universitas Tangerang Raya (Untara).
Menurut Dimyati, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa di Banten memiliki kemampuan untuk merespons kebutuhan industri berbasis teknologi serta mampu menghasilkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat.
Tantangan Dunia Kerja Semakin Kompleks
Dimyati mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja pada masa mendatang tidak hanya berasal dari persaingan antar-manusia, tetapi juga dari perkembangan sistem otomatisasi, robotika, dan kecerdasan buatan yang terus mengalami kemajuan.
Ia mencontohkan bagaimana teknologi kini telah diterapkan di berbagai sektor, termasuk bidang pertanian melalui rekayasa varietas tanaman seperti jeruk, melon, semangka, hingga anggur tanpa biji.
Menurutnya, penerapan teknologi terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan mempercepat berbagai proses pekerjaan di berbagai sektor.
"Dengan teknologi juga semuanya bisa menjadi lebih cepat dan efisien," katanya.
Kampus Diminta Terus Hadirkan Ruang Inovasi
Dimyati menilai generasi muda saat ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, perguruan tinggi didorong untuk terus menghadirkan ruang inovasi yang mampu mengasah kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri.
Ia optimistis, apabila kegiatan seperti festival teknologi terus dikembangkan secara berkelanjutan, kualitas SDM Banten akan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Saya yakin jika kegiatan-kegiatan seperti ini terus dikembangkan oleh universitas, SDM kita akan semakin kuat dan siap berdaya saing," ujarnya.
Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menilai festival teknologi menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi merupakan keniscayaan sehingga seluruh elemen masyarakat harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara produktif.
"Teknologi itu harus didekatkan dengan kehidupan masyarakat, sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka," kata Maesyal.
Untara Siapkan SDM Unggul untuk Industri
Di sisi lain, Rektor Universitas Tangerang Raya (Untara), Mardiyana, menegaskan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Tangerang menjadi peluang besar bagi lulusan perguruan tinggi lokal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang teknologi, inovasi, dan transformasi digital.
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dapat terus diperkuat sehingga lulusan kampus di Banten mampu menjadi SDM unggul yang siap menghadapi tantangan revolusi industri berbasis teknologi.
"Apalagi di Kabupaten Tangerang ini sudah banyak berkembang industri yang itu harus kita isi dengan SDM lokal," ujarnya.

.gif)