< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

APBD Perubahan 2026 Kota Serang Defisit Rp62,5 Miliar, Ditutup SILPA 2025

Kamis, 13 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 13, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-13T00:53:51Z

 



KOTA SERANG  KONTAK BANTEN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Kota Serang Tahun Anggaran 2026 mengalami defisit sebesar Rp62,52 miliar.

Defisit tersebut muncul karena pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp1,672 triliun, lebih rendah dibandingkan belanja daerah yang mencapai Rp1,735 triliun.

Hal itu disampaikan Wali Kota Serang Budi Rustandi dalam rapat paripurna DPRD Kota Serang terkait penyampaian RAPBD Perubahan 2026.

“Pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp1.672.742.998.485, sedangkan belanja daerah sebesar Rp1.735.261.983.997. Dengan demikian terdapat defisit anggaran Rp62.518.985.512,” kata Budi.

Defisit Ditutup SILPA 2025

Budi menegaskan, defisit tersebut bukan berarti kondisi keuangan Kota Serang bermasalah. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah menyiapkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) 2025 sekitar Rp73 miliar sebagai sumber pembiayaan untuk menutup defisit.

“Defisit itu tertutup dari SILPA. Jadi secara total nanti sudah tidak ada, seimbang antara pendapatan dan belanja karena penutupnya dari SILPA,” ujarnya.

Kepala BPKAD Kota Serang Ina Linawati juga memastikan SILPA 2025 menjadi sumber pembiayaan untuk menutup defisit RAPBD Perubahan 2026.

“Defisit pendapatan dan belanja sekitar Rp62 miliar, tapi kita ada SILPA Rp73 miliar dari tahun anggaran 2025. Itu sebagai penutupnya,” kata Ina.

Setelah penyampaian dalam rapat paripurna, RAPBD Perubahan 2026 selanjutnya akan dibahas DPRD Kota Serang melalui Badan Anggaran (Banggar).

Infrastruktur Jadi Prioritas

Pemkot Serang mengarahkan anggaran perubahan untuk sejumlah program prioritas, terutama infrastruktur dan pelayanan publik.

Budi mengatakan, perbaikan jalan menjadi salah satu fokus utama karena masih banyak ruas jalan di Kota Serang yang membutuhkan penanganan.

“Kita konsen dengan infrastruktur karena memang banyak PR terkait jalan. Tahun 2027 juga akan banyak. Perubahan tahun ini berjalan secara bertahap, nanti diteruskan 2027 dan terus digenjot,” katanya.

Budi menargetkan sekitar 90 persen persoalan jalan di Kota Serang dapat dituntaskan pada 2028.

“Saya, Pak Agis dan Pak Sekda sudah bicara bertiga. Insyaallah maksimal 2028, sekitar 90 persen jalan sudah hampir beres,” tegasnya.

Anggaran Infrastruktur Rp608 Miliar

Kepala BPKAD Kota Serang Ina Linawati menyebutkan, Pemkot Serang mengalokasikan sekitar Rp608 miliar untuk sektor infrastruktur dalam APBD Perubahan 2026.

“Untuk infrastruktur di Rp608 miliar untuk alokasi anggarannya,” ujar Ina.

Menurut Ina, alokasi tersebut setara dengan 35,05 persen dan berkaitan dengan perhitungan mandatory spending. Meski belum mencapai angka 40 persen, porsi anggaran infrastruktur tersebut disebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pendidikan Dapat Rp567 Miliar

Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga mendapat porsi anggaran yang cukup besar.

Pemkot Serang mengalokasikan sekitar Rp567 miliar atau 32 persen dari anggaran untuk sektor pendidikan. Angka tersebut telah melampaui ketentuan mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen.

Sementara itu, Pemkot Serang menyiapkan sekitar Rp86 miliar untuk program pencegahan dan percepatan penanganan stunting.

Untuk penanganan kemiskinan ekstrem, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp12 miliar atau 9,38 persen dari total APBD.

Dengan penggunaan SILPA 2025 sebagai sumber pembiayaan, Pemkot Serang memastikan defisit dalam RAPBD Perubahan 2026 dapat ditutup sehingga struktur anggaran tetap seimbang.

Poin penting RAPBD Perubahan Kota Serang 2026:

  • Pendapatan daerah: Rp1,672 triliun
  • Belanja daerah: Rp1,735 triliun
  • Defisit: Rp62,52 miliar
  • SILPA 2025: sekitar Rp73 miliar
  • Anggaran infrastruktur: sekitar Rp608 miliar
  • Anggaran pendidikan: sekitar Rp567 miliar
  • Penanganan stunting: sekitar Rp86 miliar
  • Penanganan kemiskinan ekstrem: sekitar Rp12 miliar
  • Target penyelesaian sekitar 90 persen persoalan jalan(GIY)
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update