< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bursa Ketua Umum PBNU Jelang Muktamar ke-35 Mengerucut, Tujuh Nama Disebut dalam Tiga Poros

Selasa, 25 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-25T11:12:05Z

 


JAKARTA KONTAK BANTEN – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat.

Sejumlah nama mulai muncul dan menjadi perbincangan di kalangan Nahdliyin, baik dalam forum internal organisasi maupun di media sosial.

Sedikitnya 15 tokoh sempat disebut dalam berbagai pembahasan mengenai kandidat Ketua Umum PBNU. Namun, berdasarkan pemetaan yang dimuat Majalah Risalah NU edisi khusus Muktamar, Agustus 2026, bursa tersebut disebut mulai mengerucut menjadi sejumlah nama utama.

Para tokoh tersebut kemudian dapat dipetakan berdasarkan latar belakang, pengalaman organisasi, visi, serta rekam jejak ke dalam beberapa poros yang menggambarkan arah kepemimpinan NU ke depan.

Poros Struktural dan Kesinambungan

Poros pertama merepresentasikan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman kuat dalam struktur organisasi NU serta dinilai memiliki kapasitas untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan.

Nama yang masuk dalam poros ini yakni:

  • KH Yahya Cholil Staquf
  • Prof. KH Nasaruddin Umar

Keduanya memiliki pengalaman dalam lingkungan organisasi dan keumatan dengan latar belakang yang berbeda.

Poros Pesantren dan Tradisi Ke-NU-an

Poros kedua merepresentasikan kalangan pesantren. Tokoh dalam kelompok ini memiliki latar belakang kuat dalam pendidikan pesantren dan tradisi ke-NU-an.

Nama yang disebut dalam poros ini yakni:

  • KH Abdul Hakim Mahfudz
  • KH Muhammad Yusuf Chudlori

Poros ini membawa penekanan pada penguatan tradisi pesantren sebagai salah satu fondasi utama NU.

Poros Regenerasi dan Pembaruan

Poros ketiga mengusung gagasan regenerasi dan pembaruan dalam tubuh organisasi NU.

Nama yang disebut antara lain:

  • KH Zulfa Mustofa
  • KH Abdussalam Shohib

Keduanya dinilai merepresentasikan semangat pembaruan sekaligus regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi.

Bursa Masih Dinamis

Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa dinamika menuju Muktamar ke-35 PBNU masih berkembang. Berbagai tokoh dengan latar belakang dan gagasan berbeda mulai mendapatkan perhatian dari kalangan Nahdliyin.

Dukungan dari struktur organisasi, kalangan pesantren, serta pemilik suara dalam muktamar akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pemilihan Ketua Umum PBNU.

Selain figur, visi dan gagasan masing-masing kandidat juga akan menjadi perhatian dalam menentukan kepemimpinan NU untuk periode lima tahun mendatang.

Dengan dinamika yang masih terus bergerak, peta dukungan terhadap para kandidat berpotensi berubah menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35.

Siapa yang akhirnya mendapatkan dukungan mayoritas dan dipercaya memimpin PBNU masih akan ditentukan melalui proses muktamar.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update