TANGSEL KONTAK BANTEN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Agustus 2026, pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 47 persen atau lebih dari 6 juta penduduk Banten.
Capaian tersebut telah melampaui target awal pemerintah yang menetapkan pemeriksaan CKG mencapai 46 persen dari total jumlah penduduk.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, salah satu manfaat utama program CKG adalah mendeteksi berbagai masalah kesehatan masyarakat sejak dini. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, hipertensi dan kadar gula darah tinggi menjadi temuan yang cukup banyak ditemukan.
Hal tersebut disampaikan Andra saat meninjau pelaksanaan CKG di Youth Center Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/8/2026).
“Bersama dengan Pak Wali Kota Tangerang Selatan, kita melaksanakan cek kesehatan gratis. Ini salah satu program hasil cepatnya Pak Presiden, di mana Provinsi Banten ditargetkan 46 persen dari jumlah penduduk untuk melaksanakan cek kesehatan gratis,” ujar Andra.
Tangsel Lampaui Target CKG
Andra menyebut Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu daerah dengan capaian CKG tertinggi di Provinsi Banten.
Menurutnya, cakupan pemeriksaan di Tangsel telah melampaui target 46 persen dari total jumlah penduduk.
“Alhamdulillah, Kota Tangerang Selatan menjadi yang tertinggi kedua di Provinsi Banten, daerah tingkat dua yang telah melampaui 46 persen dari total jumlah penduduk Tangerang Selatan,” katanya.
Saat meninjau pelaksanaan CKG, Andra berkeliling menyapa warga yang sedang menjalani pemeriksaan. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui pengalaman mereka mengikuti program tersebut.
Dalam kegiatan itu, Andra didampingi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangsel.
Hipertensi dan Gula Darah Tinggi Banyak Ditemukan
Andra mengatakan, hasil pemeriksaan CKG menunjukkan hipertensi dan gula darah tinggi termasuk masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada masyarakat.
Menurutnya, kedua kondisi tersebut perlu diketahui sejak awal agar dapat segera dikendalikan melalui penanganan medis dan perubahan pola hidup.
“Seperti yang sebelum-sebelumnya yang ditemukan, itu paling banyak adalah hipertensi dan gula darah,” ungkapnya.
Andra meminta masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, semakin cepat masalah kesehatan diketahui, semakin besar peluang untuk melakukan pencegahan dan pengendalian.
“Darah tinggi, tekanan darah tinggi atau hipertensi dan kemudian gula darah ini bisa dikendalikan,” tegasnya.
Warga yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan juga dapat memperoleh penanganan dan obat sesuai kebutuhan. Selanjutnya, pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala melalui puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
Wali Kota Tangsel Ikut Cek Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turut menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah Benyamin dalam kondisi baik.
Andra menilai pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan seluruh masyarakat, termasuk pejabat dan pemangku kepentingan.
Penemuan Kasus TBC Capai 63 Persen
Selain hipertensi dan gula darah, Andra juga menyampaikan perkembangan penanganan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten.
Hingga kini, penemuan kasus TBC telah mencapai sekitar 63 persen dari target yang ditetapkan. Masyarakat yang terdeteksi kemudian mendapatkan pengobatan sesuai kondisi masing-masing, termasuk untuk kasus yang sensitif maupun resisten terhadap obat.
Andra mengakui masih ada masyarakat yang takut memeriksakan kondisi kesehatannya. Padahal, pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum penyakit berkembang lebih serius.
“Itu fakta ya, kita temukan. Karena kecenderungannya, saya sendiri juga dulu begitu, sebelum memeriksakan kesehatan. Tapi setelah kita memeriksakan, justru kita bisa lebih aware sama apa yang kita derita,” tuturnya.
Target CKG Banten Didorong Capai 55 Persen
Andra menilai program CKG menjadi bagian penting dalam mengubah pola pelayanan kesehatan, dari yang sebelumnya lebih berfokus pada pengobatan menjadi semakin mengutamakan upaya promotif dan preventif.
Melalui pemeriksaan gratis, masyarakat didorong lebih peduli terhadap kondisi kesehatan serta melakukan pencegahan sejak dini.
“Kualitas hidup manusia, kualitas hidup warga Banten akan semakin baik jika kualitas kesehatannya juga semakin baik,” kata Andra.
Untuk memperluas jangkauan pemeriksaan, Andra menargetkan cakupan CKG di Banten dapat terus meningkat hingga akhir tahun.
Jika target pemerintah berada di angka 46 persen, Andra berharap cakupan pemeriksaan CKG di Banten dapat mencapai 55 persen.
“Kita kan ditargetkan 46 persen, kita sih targetnya pengen 55 persen. Bukan pengen gagah-gagahan, tapi semakin banyak warga kita terdeteksi kondisi kesehatannya, maka upaya-upaya pencegahannya bisa kita lakukan,” tandasnya.(TIM)

.gif)