PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Akses warga di sejumlah perkampungan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terputus total setelah sebuah jembatan beton ambruk.
Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut ambruk saat dilintasi truk bermuatan pasir pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.
Truk tersebut diduga membawa muatan melebihi tonase yang mampu ditahan jembatan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Jembatan Dibangun pada 2017
Ketua RT Desa Mekarsari, Ade Sarmani, mengatakan jembatan ambruk ketika truk bermuatan material pasir melintas.
Menurutnya, material pasir tersebut akan digunakan untuk pembangunan majelis taklim.
“Saat truk bermuatan bahan material pasir melintas, jembatan itu tiba-tiba ambruk. Untuk keperluan pembangunan majelis taklim,” kata Ade, Senin, 24 Agustus 2026.
Jembatan tersebut diketahui merupakan konstruksi beton yang dibangun pada 2017.
Ade menyebut kondisi jembatan masih dapat dilalui kendaraan sebelum truk bermuatan pasir melintas. Meski demikian, sebelumnya jembatan sudah mengalami beberapa kali perbaikan secara swadaya.
“Kondisi jembatan, sebelum truk muatan pasir melintas masih normal. Kendaraan melintas aman, sekalipun memang sudah tambal sulam pakai batang pohon kelapa,” ujarnya.
Akses Sekolah hingga Pertanian Terganggu
Ambruknya jembatan membuat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi terganggu. Akses menuju sejumlah kampung kini terputus dan warga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga menuju sekolah, pasar hingga jalur pengangkutan hasil pertanian.
“Otomatis, untuk sementara lumpuh. Karena akses jalan menuju Kampung Citoke, Gendir, putus,” kata Ade.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan agar akses masyarakat kembali normal.
“Ya semoga saja, secepatnya pemerintah turun tangan melaksanakan perbaikan jembatan,” imbuhnya.
Hingga Senin, 24 Agustus 2026, akses melalui jembatan tersebut masih belum dapat digunakan oleh warga maupun kendaraan.(TIM MK)

.gif)