JAKARTA KONTAK BANTEN - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memastikan tidak akan ada aksi unjuk rasa buruh sepanjang Agustus hingga September 2026. Ia menegaskan informasi mengenai rencana demonstrasi besar-besaran yang beredar di media sosial merupakan kabar tidak benar.Menurutnya, berbagai foto dan video demonstrasi lama sengaja kembali disebarluaskan sehingga menimbulkan kesan seolah-olah akan terjadi aksi besar dalam waktu dekat. Ia menegaskan KSPI maupun Partai Buruh tidak pernah mengumumkan rencana aksi tersebut.
Meski demikian, Said mengakui masih ada empat isu
utama yang menjadi perhatian buruh, yakni revisi Permenaker Nomor 7
Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya, implementasi pajak 0 persen atas
pencairan Jaminan Hari Tua (JHT), gelombang pemutusan hubungan kerja
(PHK), serta pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Namun, keempat persoalan tersebut masih dibahas
bersama pemerintah dan DPR sehingga perjuangan buruh saat ini ditempuh
melalui jalur dialog. Menurut Said, pemerintah maupun DPR sejauh ini
memberikan respons positif terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan.
Sikap serupa disampaikan Koalisi Besar Perjuangan
Buruh Indonesia (KBPBI). Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan
aksi yang semula dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR pada 10
Agustus 2026 ditunda karena dikhawatirkan dimanfaatkan oleh kelompok
yang tidak bertanggung jawab.
"Kami tidak ingin perjuangan buruh ditunggangi
pihak lain hingga berujung kerusuhan. Karena itu, untuk sementara
perjuangan dilakukan melalui mekanisme konstitusional," ujar Andi.
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago
memastikan kondisi keamanan nasional tetap aman dan terkendali. Ia juga
menegaskan video-video demonstrasi yang ramai beredar di ruang digital
merupakan dokumentasi lama yang disebarkan kembali dengan narasi
menyesatkan.

.gif)