< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan ke NTT, 69 Orang Meninggal Akibat Gempa

Rabu, 19 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 19, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-19T10:11:04Z

 



JAKARTA KONTAK BANTEN – Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026), pemerintah telah mengirimkan total 253 ton logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah kembali mengirimkan bantuan tambahan sebanyak 65 ton logistik menggunakan lima pesawat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Bantuan Dikirim Bertahap

Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap sejak hari pertama setelah gempa. Dengan tambahan 65 ton tersebut, total bantuan logistik yang telah dikirim pemerintah mencapai 253 ton.

Logistik yang dikirim meliputi berbagai kebutuhan dasar dan penanganan darurat, antara lain makanan dan minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.

Untuk mempercepat distribusi, pemerintah menyiapkan dua posko utama, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi bantuan untuk sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani distribusi bantuan ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Distribusi Melalui Jalur Udara, Laut, dan Darat

Teddy mengatakan, pemerintah menggunakan berbagai jalur untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak.

Melalui jalur udara, pemerintah mengerahkan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.

Sementara melalui jalur laut, sebanyak tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan satu kapal rumah sakit untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa.

Untuk jalur darat, Teddy menyebut seluruh akses utama telah dapat dilalui sejak hari kedua pascabencana.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ujar Teddy.

Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap proses distribusi agar bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Teddy menyampaikan apresiasi kepada aparat, relawan, masyarakat, serta seluruh pihak yang ikut membantu proses penanganan bencana.

69 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 Wita, gempa tersebut telah menyebabkan 69 orang meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 331 orang mengalami luka-luka, sedangkan 34.689 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang. Kemudian Manggarai Timur 25 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing dua orang.

Puluhan Ribu Bangunan Rusak

Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan dan fasilitas publik di Flores serta wilayah sekitarnya.

BPBD NTT mencatat sebanyak 19.297 rumah terdampak, dengan rincian 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rumah rusak sedang, dan 12.006 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik, meliputi 658 satuan pendidikan, 172 fasilitas pelayanan kesehatan, 172 rumah ibadah, 187 perkantoran, dan 89 fasilitas umum.

Kerusakan tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengungsi. Hingga Selasa pagi, tercatat 34.689 warga mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman.

Pemerintah memastikan penyaluran bantuan, pelayanan kesehatan, serta penanganan korban terus dilakukan secara terpadu. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa di NTT.(WE)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update