TANGERANG KONTAK BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai merekonstruksi Jembatan Nyompok Girang di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat banjir.
Jembatan Nyompok Girang merupakan akses penting yang menghubungkan Jalan Megu menuju Carenang hingga wilayah Solear.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, mengatakan pekerjaan rekonstruksi telah dimulai sejak awal Agustus 2026.
Menurut Iwan, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan konektivitas masyarakat setelah akses sebelumnya terdampak banjir.
“Pembangunan Jembatan Nyompok Girang bukan sekadar membangun jembatan, tetapi menghubungkan kembali harapan masyarakat yang pernah terputus akibat banjir,” kata Iwan, Minggu (23/8/2026).
Pulihkan Konektivitas Antarwilayah
Iwan menjelaskan, rekonstruksi jembatan di Desa Carenang diharapkan dapat memperlancar kembali mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses antarwilayah.
“Dari sini, dari Desa Carenang, kita membangun kembali konektivitas, membuka akses dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kembali berfungsinya jembatan, aktivitas warga diharapkan dapat berjalan lebih lancar, termasuk mobilitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah yang terhubung dengan akses tersebut.
Jembatan Dibangun Sepanjang 30 Meter
Jembatan Nyompok Girang memiliki panjang 30 meter dengan lebar 7 meter.
Selain struktur utama jembatan, proyek tersebut juga dilengkapi dengan oprit pada kedua sisi. Masing-masing oprit memiliki panjang 20 meter.
Pemkab Tangerang berharap rekonstruksi tersebut dapat meningkatkan kualitas akses transportasi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Cisoka dan sekitarnya.(TIM)

.gif)