KOTA CILEGON KONTAK BANTEN – Polres Cilegon menyalurkan bantuan 16 ton air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Lingkungan Medaksa Sebrang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Jumat (7/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau.
Air bersih yang disalurkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari minum, memasak, mandi hingga mencuci.
Disalurkan ke Dua Titik
Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi melalui jajaran Polres Cilegon menyalurkan bantuan air bersih ke dua titik di wilayah Kelurahan Tamansari.
Masing-masing titik mendapatkan bantuan sebanyak 8 ton air bersih.
Titik pertama berada di Lingkungan Medaksa Sebrang RT 05/05 yang dihuni sekitar 128 kepala keluarga atau 410 jiwa.
Sementara titik kedua berada di Lingkungan Medaksa Sebrang RT 04/05 dengan jumlah sekitar 122 kepala keluarga atau 385 jiwa.
Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia, balita, serta warga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih.
Polri dan TNI Bersinergi Bantu Warga
Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun, Kapolsek Pulomerak Kompol Dongan P. Ambarita, Wakapolsek Pulomerak Kompol Sigit Dermawan, Danramil Merak Mayor Inf Mudjayin, Lurah Tamansari Beni Gautama, serta jajaran personel Polres Cilegon dan Polsek Pulomerak turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran aparat bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat bertujuan memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Kekeringan Berpotensi Ganggu Kesehatan
Polres Cilegon menilai persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan dan kondisi sosial masyarakat.
Keterbatasan air dapat mengganggu kebutuhan sanitasi dan meningkatkan risiko munculnya penyakit.
Karena itu, bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan akibat keterbatasan air dan sanitasi.
Musim kemarau di wilayah Banten diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026, dengan puncak musim kemarau pada Agustus. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena terdapat potensi penguatan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Warga Diminta Waspadai Krisis Air dan Kebakaran
Kapolres Cilegon mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap berbagai dampak musim kemarau.
Selain ancaman krisis air bersih, kondisi lingkungan yang kering juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Untuk menghadapi persoalan kekeringan dalam jangka panjang, diperlukan langkah berkelanjutan, seperti pembangunan sumur bor dan penyediaan tempat penampungan air hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air masyarakat.
Bagi Polres Cilegon, penyaluran bantuan air bersih bukan sekadar mendistribusikan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi kondisi sulit.
Melalui semangat gotong royong dan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat, kebutuhan dasar warga diharapkan tetap terpenuhi dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Cilegon tetap aman, nyaman, dan kondusif.(JNK)

.gif)