JAKARTA, KONTAK BANTEN — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 14.167 personel untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Ribuan personel tersebut diterjunkan bersama pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait dan masyarakat.
Pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla, mulai dari pemadaman, patroli, pemantauan, pencegahan hingga penanganan dampak kebakaran.
“Sebanyak 14.167 personel TNI terlibat dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan sarana dan peralatan yang disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan,” demikian keterangan Pusat Penerangan TNI yang dikutip, Sabtu (22/8/2026).
14.167 Personel TNI Dikerahkan
Keterlibatan TNI dalam penanganan karhutla dilakukan melalui satuan-satuan yang berada di wilayah terdampak maupun daerah yang memiliki potensi kebakaran.
Operasi di lapangan dilaksanakan secara terpadu dengan pemerintah daerah dan sejumlah unsur lainnya. Personel TNI tidak hanya fokus memadamkan titik api, tetapi juga melakukan patroli dan pemantauan untuk mencegah kebakaran baru.
Penanganan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Langkah tersebut dilakukan agar api tidak meluas ke wilayah lain dan potensi kerugian akibat karhutla dapat ditekan.
TNI Siapkan Personel di Wilayah Rawan Karhutla
Selain mengerahkan personel ke lokasi terdampak, TNI juga meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki potensi karhutla.
Kesiapsiagaan dilakukan dengan menyiapkan personel dan materiil, memantau wilayah rawan, melaksanakan patroli, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.
Dengan langkah tersebut, satuan TNI dapat segera digerakkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di suatu wilayah.
“TNI terus menjaga kesiapsiagaan personel dan materiil agar dapat digerakkan secara cepat dan tepat sesuai perkembangan situasi di lapangan,” lanjut keterangan Puspen TNI.
Perkuat Sinergi TNI, Polri dan Pemerintah
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor. Karena itu, TNI terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, instansi terkait, dan masyarakat.
Koordinasi dilakukan tidak hanya ketika kebakaran terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan pemantauan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.
Pengerahan ribuan personel TNI diharapkan dapat mempercepat penanganan titik-titik kebakaran sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.
“TNI bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi dalam upaya pemadaman, patroli, pencegahan, dan penanganan dampak karhutla, sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif,” pungkas keterangan tersebut.(TIM)

.gif)