KOTA CILEGON KONTAK BANTEN – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon harus memiliki kemampuan perencanaan sekaligus eksekusi untuk merealisasikan seluruh program yang menjadi janji politik pemerintah daerah.
Robinsar mengatakan, Sekda terpilih nantinya tidak hanya dituntut memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program pembangunan yang dapat dilaksanakan secara konkret.
Menurutnya, para calon Sekda yang mengikuti proses seleksi melalui mekanisme manajemen talenta harus mampu membaca arah pembangunan Kota Cilegon serta memiliki kemampuan untuk mengawal program hingga tahap pelaksanaan.
“Bisa merencanakan hingga mengeksekusi program janji politis, sehingga bisa terselenggara,” kata Robinsar, Minggu (9/8/2026).
Sekda Harus Kawal Target Pendapatan Daerah
Selain program pembangunan, Robinsar menilai Sekda terpilih juga harus mampu mengawal target pendapatan dan capaian pembangunan daerah.
Menurut dia, peningkatan pendapatan daerah menjadi penting karena akan berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam memaksimalkan belanja untuk membiayai berbagai program pembangunan.
“Terus pendapatan dan capaian terus dilakukan monitor dan juga ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) akan signifikan,” ujarnya.
Robinsar menyebut seluruh kandidat yang mengikuti proses seleksi memiliki kemampuan dan peluang yang relatif sama. Karena itu, hasil wawancara akan menjadi salah satu tahapan penting untuk menentukan sosok yang paling sesuai menduduki jabatan Sekda Kota Cilegon.
“Sejauh ini bagus dan nama-nama yang masuk kategori kemarin bagus. Semuanya mumpuni, nanti dilihat dari hasil wawancara,” katanya.
Lima Kandidat Bersaing Jadi Sekda Cilegon
Diketahui, terdapat lima kandidat yang mengikuti proses pemilihan Sekda Kota Cilegon melalui mekanisme manajemen talenta.
Kelima kandidat tersebut yakni:
- Penjabat Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra.
- Asisten Daerah I Dana Sujaksani.
- Kepala Bapperida Kota Cilegon Achmad Jubaedi.
- Kepala Inspektorat Daerah Heri Mardiana.
- Kepala Disdukcapil Kota Cilegon Hayati Nufus.
Robinsar berharap proses seleksi dapat segera menghasilkan Sekda definitif. Ia memperkirakan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan proses wawancara dan tahapan seleksi sudah dapat menghasilkan kandidat terpilih.
“Sedang proses dan wawancara. Mungkin dalam hitungan minggu sudah terpilih,” ujarnya.
DPRD Diminta Tetap Beri Masukan
Terkait adanya perhatian dari DPRD Kota Cilegon terhadap proses pemilihan Sekda, Robinsar menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan sehingga masukan dan pandangan dari legislatif tetap diperlukan dalam proses pemerintahan daerah.
“Setuju, tugas dewan memberikan masukan dan pandangan dan tentu tidak akan kita batasi. Ya jelas harus begitu,” kata Robinsar.
DPRD Soroti Rekam Jejak Kandidat Sekda
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Masduki meminta rekam jejak menjadi salah satu pertimbangan serius dalam menentukan Sekda definitif.
Menurut Masduki, seluruh kandidat yang mengikuti proses seleksi bukanlah pejabat baru. Mereka sebelumnya telah menduduki sejumlah posisi di organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga kinerja selama memimpin OPD dapat menjadi bahan penilaian.
“Semua kandidat itu adalah orang yang pernah ditempatkan di OPD. Paling tidak bukan barang baru, tapi barang lama semuanya. Dalam proses silakan dinilai saat di dinas mana kinerjanya bagaimana,” ujar Masduki.
Ia menegaskan penilaian terhadap calon Sekda harus dilakukan berdasarkan kinerja dan kemampuan, bukan berdasarkan faktor suka atau tidak suka.
“Jangan sampai saat memimpin OPD bobrok malah didorong lagi,” tegasnya.
Masduki menilai penerapan manajemen talenta dapat menjadi salah satu solusi untuk meminimalisasi potensi adanya calon titipan dalam proses pemilihan Sekda.
Namun, ia mengingatkan sistem tersebut tetap memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya adalah potensi ketidaksesuaian antara Sekda terpilih dengan kepala daerah dalam menjalankan kebijakan pemerintahan.
“Kalau kita melihat manajemen talenta itu bagus. Di sana tidak ada istilah orang titipan, tidak ada kecemburuan karena sistem yang menentukan. Tinggal hasilnya seperti apa, apakah pihak eksekutif yang diputuskan pas dengan harapannya atau tidak,” ujarnya.
Sekda Harus Paham Anggaran
Masduki juga menekankan pentingnya kemampuan calon Sekda dalam memahami pengelolaan anggaran daerah.
Menurutnya, Sekda memiliki posisi strategis karena sekaligus menjadi Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Karena itu, Sekda harus memiliki kemampuan profesional dalam menyusun dan mengawal kebijakan anggaran.
“Mampu memimpin TAPD, karena Sekda itu Kepala TAPD. Betul-betul berwibawa dalam konteks kajian profesionalnya. Dia menangani beberapa OPD dan harus tahu problematikanya di TAPD,” pungkasnya.
Dengan demikian, Sekda Kota Cilegon yang terpilih nantinya diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara visi politik kepala daerah, perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, hingga eksekusi program di lapangan.

.gif)