< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Andra Soni Terpilih Ketua HKTI Banten 2026-2031, Dorong Penguatan Ekonomi Petani

Minggu, 27 September 2026 | Minggu, September 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-27T09:49:13Z

 

 

SERANG KONTAK BANTEN — Andra Soni terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026-2031.

Andra Soni terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Banten yang digelar pada Sabtu (26/9/2026). Penetapan tersebut disampaikan Presidium Sidang Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo.

Dalam kepengurusan DPD HKTI Banten periode 2026-2031, Rifky Hermiansyah dipercaya sebagai Ketua Harian, Nasir M Daud sebagai Sekretaris Umum, dan Taufiq Hidayat sebagai Bendahara Umum.

Usai terpilih, Andra Soni mengatakan konsolidasi organisasi dan kerja nyata bagi petani menjadi salah satu pijakan kepengurusan HKTI Banten selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan hasil panen. Sektor pertanian juga perlu dikembangkan sebagai bagian dari rantai ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

“Kami mendorong penguatan sektor pertanian agar tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mampu membangun rantai ekonomi pertanian yang memberikan ruang lebih besar bagi petani memperoleh nilai tambah dari hasil produksinya,” kata Andra.

HKTI Banten Fokus Konsolidasi Organisasi

Andra menjelaskan, konsolidasi kepengurusan menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Banten.

Ia berharap seluruh jajaran HKTI dapat bekerja bersama untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain persoalan produksi, Andra menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas pertanian.

Salah satunya melalui pembangunan dan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) serta konektivitas wilayah perdesaan.

Menurutnya, akses infrastruktur yang lebih baik dapat membantu petani menekan biaya produksi sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

Produksi Pertanian Harus Terhubung dengan Pasar

Andra mengatakan peningkatan produktivitas pertanian harus diikuti dengan penguatan sektor lain, mulai dari sarana dan prasarana, pengolahan hasil, UMKM, hilirisasi, distribusi hingga akses pasar.

Dengan demikian, hasil produksi pertanian tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Dengan demikian, orientasi kepengurusan HKTI Banten diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produktivitas. Penguatan produksi perlu terhubung dengan sarana-prasarana, pengolahan hasil, UMKM, hilirisasi, distribusi dan akses pasar sehingga peningkatan produksi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada petani,” ujarnya.

DPN HKTI Dorong Sinergi dengan Pemerintah

Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono menekankan pentingnya sinergi antara HKTI dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Sudaryono, Banten memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Sejumlah komoditas yang dapat dikembangkan antara lain beras, jagung, sayuran, buah-buahan, serta berbagai komoditas hortikultura.

Ia mengatakan penguatan kepengurusan HKTI di daerah menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghubungkan program organisasi dengan kebutuhan petani.

“Pelantikan pengurus DPD dan DPC HKTI bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi awal penguatan kerja organisasi bersama pemerintah, petani, penyuluh, pelaku usaha, perguruan tinggi serta stakeholder lainnya,” kata Sudaryono.

Tantangan HKTI Banten Periode 2026-2031

Sudaryono menilai kepengurusan HKTI Banten periode 2026-2031 memasuki fase baru konsolidasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan program organisasi dapat menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani.

Persoalan tersebut mencakup produksi dan produktivitas, infrastruktur pertanian, pembiayaan, teknologi, pengolahan hasil, pemasaran, hingga kepastian akses pasar.

“Musda dan pelantikan 26 September 2026 menjadi awal dari amanah tersebut, memperkuat organisasi sekaligus membangun kerja nyata yang terhubung dengan kebutuhan dan kesejahteraan petani Banten,” tuturnya.(tim)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update