KAB SERANG, KONTAK BANTEN — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang membahas sejumlah persoalan yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat Forkopimda yang digelar di Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (22/9/2026). Beberapa agenda yang dibahas antara lain dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), kasus asusila, serta persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang ke-500.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, persoalan erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu perhatian dalam rapat tersebut.
“Hari ini kami baru saja melaksanakan rapat dengan pimpinan Forkopimda. Banyak yang kami bahas. Pertama terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, kemudian juga adanya kasus asusila yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang,” kata Ratu Rachmatuzakiyah usai rapat.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Diharapkan Menurun
Ratu Zakiyah berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung kembali aktivitas perekonomian dan pariwisata.
Menurutnya, aktivitas erupsi sebelumnya turut berdampak terhadap tingkat okupansi hotel di kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Sejumlah calon wisatawan bahkan membatalkan kunjungan ke kawasan tersebut sebagai langkah untuk menjaga keselamatan.
“Kita tahu karena kemarin adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, banyak okupansi dari hotel-hotel di wilayah pariwisata kita, Anyer dan Cinangka, mereka membatalkan kehadiran atau kedatangan atau kunjungannya ke wilayah Anyer dan Cinangka. Memang itu demi keselamatan semua,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Serang berharap kondisi Gunung Anak Krakatau semakin membaik sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata dapat kembali berjalan normal.
“Oleh karena itu, tentu kita berdoa bersama. Semoga makin menurun erupsinya, sehingga kemudian aktivitas masyarakat tentunya dan giat pariwisata di wilayah Kabupaten Serang bisa kembali seperti sedia kala,” kata Ratu Zakiyah.
Festival Anyer-Panarukan Sambut HUT Kabupaten Serang ke-500
Selain membahas dampak erupsi, rapat Forkopimda juga membahas sejumlah agenda dalam rangka HUT Kabupaten Serang ke-500.
Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah Festival Anyer-Panarukan yang akan digelar di Kecamatan Anyer.
Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan istighosah serta kerja sama antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo.
Pemkab Serang berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT Kabupaten Serang, tetapi juga dapat membantu mendorong kembali sektor pariwisata.
“Pascaerupsi, nanti kita ada beberapa giat dalam rangka HUT Kabupaten Serang yang 500 tahun, di antaranya kita akan mengadakan Festival Anyer-Panarukan di wilayah Kecamatan Anyer dengan kita istighosah di sana. Kita juga akan ada kerja sama dengan Situbondo. Itu juga dalam rangka meningkatkan pariwisata di wilayah,” tuturnya.
Pemkab Serang Soroti Kasus Asusila
Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam rapat Forkopimda adalah kasus asusila yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang.
Ratu Zakiyah menilai penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektoral. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri karena memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan di seluruh wilayah.
Karena itu, berbagai unsur masyarakat diharapkan ikut terlibat dalam upaya pencegahan dan pengawasan.
“Terkait maraknya kasus asusila, tentu ini harus lintas sektoral. Kita bisa bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah karena pemerintah ini kan juga terbatas,” katanya.
Ratu Zakiyah mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, Karang Taruna hingga KNPI untuk bersama-sama memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing.
“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, seperti MUI, kemudian tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian juga dari pemudanya ada Karang Taruna, KNPI, kita harus bekerja bersama-sama,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Segera Melapor Jika Ada Penyimpangan
Bupati Serang juga meminta masyarakat tidak tinggal diam apabila menemukan dugaan penyimpangan atau aktivitas yang berada di luar prosedur.
Masyarakat diharapkan segera menyampaikan laporan kepada pihak yang berwenang agar persoalan tersebut dapat ditangani sesuai ketentuan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan bersama sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Kabupaten Serang.
Dengan demikian, rapat Forkopimda Kabupaten Serang tidak hanya membahas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan persoalan sosial, tetapi juga mematangkan agenda HUT Kabupaten Serang ke-500 yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata.(TIM)

.gif)