< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Getaran di Labuan dan Carita Pandeglang, Warga Sempat Khawatir Tsunami

Sabtu, 05 September 2026 | Sabtu, September 05, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-05T07:55:31Z

 


 

PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu getaran yang dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Getaran tersebut dirasakan sekitar pukul 05.30 WIB. Meski tidak besar, kondisi itu membuat sejumlah warga sempat keluar rumah karena khawatir terjadi gempa atau bencana susulan.

Salah seorang warga Labuan, Mudopar, mengatakan getaran terasa seperti adanya goyangan ringan. Namun, menurutnya, sensasi tersebut berbeda dengan getaran gempa pada umumnya.

“Sekitar jam setengah enam pagi ada sedikit goyangan seperti getaran gempa, tetapi tidak terasa seperti gempa,” kata Mudopar.

Ia mengatakan sejumlah benda di dalam rumah ikut bergerak akibat getaran tersebut. Di antaranya gorden dan kabel-kabel yang menjuntai. Selain itu, bagian bangunan seperti plafon, rangka baja, hingga jendela juga terlihat bergetar.

“Jadi waktu pagi sekitar pukul 05.30, getaran sudah mulai terasa di wilayah Labuan, Carita dan sekitarnya. Mulanya dari gorden atau kabel-kabel yang menjuntai,” ujarnya.

Warga Khawatir Terjadi Tsunami

Getaran aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Salah satu yang dikhawatirkan warga adalah kemungkinan terjadinya bencana susulan, termasuk tsunami.

Meski demikian, Mudopar memilih tetap berada di rumah bersama keluarganya. Ia mengatakan keluarganya terus meningkatkan kewaspadaan sambil memantau perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Sebagian ada yang khawatir. Kalau saya bersama keluarga masih bertahan, hanya tetap dalam kondisi waspada,” tuturnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan warga di wilayah Kecamatan Patia. Perangkat Desa Idaman, Endang Suhendar, mengatakan suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau terdengar berulang kali sejak pagi.

Menurutnya, suara dentuman tersebut cukup keras sehingga membuat warga terkejut. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih terus memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

“Pagi ini kita juga belum bisa tidur nyenyak. Memantau terus update informasinya karena khawatir meletus dan menyebabkan tsunami,” kata Endang.

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Berdasarkan laporan pengamatan Gunungapi Anak Krakatau periode Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam periode pengamatan tersebut, aktivitas erupsi menerus tercatat berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB hingga periode pengamatan berakhir.

Aktivitas erupsi tersebut terekam melalui seismograf. Namun, tinggi kolom abu akibat erupsi tidak teramati selama periode pengamatan.

Petugas juga mengamati adanya lontaran lava dari aktivitas Gunung Anak Krakatau pada malam hari.

Selain itu, suara dentuman dan gemuruh akibat aktivitas gunung api tersebut dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah di bagian selatan Kabupaten Pandeglang.

Warga Diminta Tetap Waspada

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga menjadi perhatian bagi masyarakat di wilayah pesisir Pandeglang dan sekitarnya.

Warga diimbau tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga perlu memastikan informasi mengenai potensi bahaya bersumber dari kanal resmi pemerintah dan lembaga yang berwenang, sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.(TIM HN)


Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update