TANGSEL KONTAK BANTEN – Kebakaran yang terjadi di lahan kosong Jalan Tarumanagara, tepat di depan Kantor Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyebabkan sedikitnya 12 warga mengalami sesak napas akibat kepulan asap, Jumat (4/9/2026).
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, belasan warga yang terdampak telah mendapatkan penanganan dari Puskesmas Pisangan.
“Memang ada 12 warga yang terdampak sesak napas. Alhamdulillah semua sudah baik kembali dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Kita juga mengadakan ngider sehat, mendatangi warga untuk cek kesehatannya,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi kebakaran.
Satu Sekolah Diliburkan
Dampak asap kebakaran juga membuat pihak kepolisian mengimbau sekolah yang berada di sekitar lokasi untuk sementara menghentikan kegiatan belajar.
Salah satu sekolah yang diliburkan adalah SMK Kesehatan Nusantara. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan siswa, terutama gangguan pada saluran pernapasan.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada sekolah yang berdekatan, SMK Kesehatan Nusantara, untuk sementara meliburkan siswanya. Ke depannya, efek asap kebakaran ini dapat mengganggu saluran pernapasan,” jelas Bambang.
Polisi Bagikan Masker kepada Warga
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, petugas juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya warga yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran.
Bambang mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran hanya untuk melihat proses pemadaman. Menurutnya, kepulan asap dapat membahayakan kesehatan, terutama sistem pernapasan.
“Kami juga membagikan masker kepada masyarakat. Kami imbau kepada masyarakat untuk jangan nonton, karena asap ini dampaknya sangat fatal untuk pernapasan,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai unsur terkait terus berkoordinasi dalam penanganan kebakaran tersebut. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama proses pemadaman berlangsung.
“Semua stakeholder bahu-membahu berkolaborasi untuk menyelamatkan warga, karena keselamatan warga masyarakat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.
Titik Api Berada di Timbunan Sampah Sedalam 3 Meter
Proses pemadaman juga menghadapi kendala karena material yang terbakar merupakan timbunan sampah yang berada di lahan kosong tersebut.
Menurut Bambang, timbunan material yang terbakar mencapai kedalaman sekitar tiga meter. Kondisi ini membuat petugas harus melakukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan titik api benar-benar dapat dikendalikan.
“Karena ini tanah kosong yang saat ini sedang dilakukan pengurukan terhadap tanah, jadi kami masih melakukan proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran,” ujarnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Jumat, polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana api dan kepulan asap muncul di lokasi tersebut.
Bambang menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi apakah kebakaran tersebut terjadi secara tidak sengaja atau ada unsur kesengajaan.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran. Kita tidak bisa berandai-andai. Sementara ini kami dari Polsek masih melakukan pendalaman secara ilmiah kenapa ini bisa muncul asap di tengah trik cuaca,” pungkasnya.(TIM HN)

.gif)