KOTA SERANG KONTAK BANTEN — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Tahun 2026 resmi dimulai pada Selasa, 1 September 2026.
Pembukaan PBAK tahun ini berlangsung dengan suasana khidmat. Ribuan mahasiswa baru diajak mengawali kegiatan dengan mengheningkan cipta dan doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Doa tersebut secara khusus ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, dan Aceh.
Ribuan mahasiswa baru terlihat menundukkan kepala dan mengikuti doa bersama. Momen tersebut menjadi pesan awal bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga membutuhkan kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Hari Pertama
Pembukaan PBAK turut dihadiri Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten 2026, Muhammad Syahid. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN SMH Banten dalam membangun karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan bangsa.
Syahid mengatakan, mengawali PBAK dengan mengheningkan cipta dan doa bersama memiliki pesan penting bagi mahasiswa baru.
Menurutnya, PBAK tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memperkenalkan lingkungan kampus. Sejak hari pertama, mahasiswa perlu memahami bahwa status sebagai mahasiswa juga membawa tanggung jawab sosial.
“PBAK bukan sekadar seremoni untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru. Sejak hari pertama, kami ingin menanamkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial. Ketika saudara-saudara kita di berbagai daerah sedang menghadapi musibah, maka sudah sepatutnya kita hadir melalui doa, kepedulian, dan solidaritas,” ujar Syahid.
Ia menegaskan, mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus tanggung jawab untuk menggunakan ilmu yang didapat bagi kepentingan masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Mahasiswa harus belajar untuk tidak hanya melihat apa yang terjadi di dalam kampus, tetapi juga apa yang terjadi di luar kampus. Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dengan kemanusiaan,” lanjutnya.
PBAK Diisi Pengenalan Kehidupan Kampus
Setelah pembukaan, rangkaian PBAK UIN SMH Banten 2026 akan diisi dengan berbagai agenda untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.
Materi dan kegiatan PBAK mencakup pengenalan kehidupan akademik, kelembagaan mahasiswa, lingkungan kampus, serta wawasan kemahasiswaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik UIN SMH Banten, tetapi juga memahami berbagai ruang untuk mengembangkan potensi dan kemampuan selama menjalani masa perkuliahan.
Bagi DEMA UIN SMH Banten, pembukaan PBAK dengan mengheningkan cipta dan doa bersama menjadi simbol bahwa perjalanan mahasiswa harus dimulai dengan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan di perguruan tinggi bukan semata-mata tentang mengejar gelar akademik.
Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan ilmu, keberanian, dan kepedulian sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
PBAK UIN SMH Banten 2026 pun dimulai dengan pesan sederhana: menjadi mahasiswa berarti belajar untuk peduli, bergerak, dan hadir di tengah persoalan bangsa.(TIM)

.gif)