
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin
SERANG, KONTAK BANTEN — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan menjalankan program pembinaan bagi siswa SMA/SMK dengan melibatkan unsur TNI mulai Oktober 2026.
Program tersebut dirancang untuk memberikan penguatan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta wawasan bela negara kepada para siswa.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, kegiatan pembinaan akan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Batalyon 203, Cobra, dan Kopassus.
"Ini rencananya di bulan Oktober ini Insya Allah. Ya kita adakan. Ada tiga titik tadi yang sudah disampaikan. Ada di 203, Cobra, terus sama di Kopassus," kata Jamaluddin, Kamis (24/9/2026).
Program tersebut menjadi pembinaan pertama bagi siswa SMA/SMK di lingkungan Pemprov Banten yang melibatkan TNI. Jamaluddin mengakui konsepnya memiliki kemiripan dengan program pembinaan siswa yang sebelumnya diterapkan di Jawa Barat.
"Kalau sewaktu saya jadi Kepala Dinas Kota Tangerang pernah saya lakukan untuk anak SMP. Kali ini anak SMA, baru kali ini, tahun ini kita mulai," ujarnya.
Siswa yang Mengikuti Bukan Hanya yang Membutuhkan Pembinaan
Jamaluddin menjelaskan, peserta program tidak hanya berasal dari siswa yang dinilai membutuhkan pembinaan.
Pengurus OSIS dan MPK serta siswa yang memiliki potensi kepemimpinan juga akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Salah satu kriteria yang menjadi perhatian adalah tingkat kehadiran siswa di sekolah yang minim. Pembinaan diharapkan dapat membantu siswa memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian.
Namun, Jamaluddin menegaskan pihaknya tidak ingin memberikan stigma kepada peserta dengan menyebut mereka sebagai siswa bermasalah.
"Ya janganlah, saya yang ngomong begitu kan. Anak-anak yang istimewa lah menurut saya, yang perlu ada pembinaan secara pribadi di sekolah, pembinaan dari TNI sehingga penguatannya ada," katanya.
Menurut Jamaluddin, keterlibatan TNI diharapkan dapat membantu memberikan pendekatan pembinaan yang lebih terarah sehingga para siswa dapat berkembang menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Siswa Menginap Dua Hari Satu Malam
Dalam pelaksanaannya, para siswa akan mengikuti pembinaan dengan sistem menginap selama dua hari satu malam di lokasi yang telah ditentukan.
Materi yang diberikan antara lain kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian dan bela negara.
Jamaluddin memastikan pembinaan tersebut tidak menggunakan pola pendidikan militer yang keras.
"Saya rasa enggak apa-apa, itu kan pembinaan. Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting," ujarnya.
Ia menambahkan, siswa tidak akan mendapatkan pola pelatihan seperti prajurit TNI. Personel TNI lebih diarahkan memberikan edukasi, arahan dan penguatan karakter.
"Di situ diajarin, tapi tidak digembleng seperti TNI. Paling dikasih arahan, terus mungkin juga penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, ya dikhususkan untuk siswa lah, tidak berat," jelasnya.
Target 600 hingga 1.000 Siswa
Dindikbud Banten menargetkan sekitar 600 hingga 1.000 siswa mengikuti program pembinaan tersebut.
Jamaluddin mengatakan sekolah yang telah ditunjuk diharapkan mengirimkan peserta sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
"Iya, yang kita tunjuk harus mau. Karena target kita di antara 600 sampai 1.000, ya minimal 600 anak lah," kata Jamaluddin.
Program pembinaan ini menjadi salah satu langkah Dindikbud Banten dalam memperkuat pendidikan karakter di luar kegiatan pembelajaran reguler.
Sebelumnya, Pemprov Banten juga menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang aman, ramah dan menyenangkan bagi peserta didik dalam pelaksanaan MPLS 2026.
.gif)