< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Tolong-Menolong dalam Kebaikan, Pesan Al-Qur’an untuk Membangun Kepedulian Sesama

Selasa, 29 September 2026 | Selasa, September 29, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-28T23:37:35Z

 

 


 

KONTAK BANTEN — Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menghadirkan manfaat bagi sesama. Salah satu ajaran penting yang ditekankan dalam Al-Qur’an adalah tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, sekaligus menjauhi kerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Pesan tersebut salah satunya terdapat dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa membantu orang lain bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari nilai ketakwaan kepada Allah SWT.

Tolong-Menolong Adalah Perintah dalam Islam

Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupannya saling membutuhkan. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan seorang diri. Karena itu, Islam mendorong umatnya untuk saling membantu, terutama dalam perkara yang membawa kebaikan.

Tolong-menolong dapat dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan, membutuhkan dukungan, atau memerlukan bantuan untuk menyelesaikan suatu persoalan.

Namun, Al-Qur’an memberikan batas yang jelas. Tolong-menolong hendaknya diarahkan kepada kebajikan dan ketakwaan, bukan kepada perbuatan dosa, kezaliman, maupun permusuhan.

Dengan demikian, membantu orang lain bukan berarti selalu mengikuti apa yang diinginkan orang tersebut. Jika bantuan justru digunakan untuk melakukan perbuatan yang salah, maka hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip yang diajarkan Al-Qur’an.

Orang Beriman Saling Menjadi Penolong

Pesan tentang kepedulian terhadap sesama juga terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 71:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Ayat ini menggambarkan bahwa hubungan antara orang-orang beriman tidak hanya dibangun atas kepentingan pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap kebaikan bersama.

Saling membantu, mengingatkan dalam kebaikan, mencegah kemungkaran, serta mendukung sesama dalam menjalankan kewajiban merupakan bagian dari kehidupan sosial yang diajarkan Islam.

Bantuan Tidak Harus Berupa Materi

Tolong-menolong sering kali dipahami hanya dalam bentuk memberikan uang atau barang. Padahal, bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Seseorang dapat membantu dengan tenaga, pikiran, waktu, ilmu, perhatian, maupun dukungan moral.

Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu teman menyelesaikan pekerjaan, memberikan ilmu kepada orang yang membutuhkan, mendengarkan keluhan seseorang, atau membantu seseorang mendapatkan jalan keluar dari persoalannya juga merupakan bentuk kepedulian.

Bahkan, sesuatu yang menurut kita sederhana bisa memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan hanya karena bentuknya kecil. Nilai sebuah pertolongan tidak selalu dapat diukur dari besar kecilnya materi yang diberikan, tetapi juga dari ketulusan dan manfaat yang dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Enam Manfaat Tolong-Menolong dalam Kehidupan

Sikap saling membantu juga dapat memberikan berbagai dampak positif dalam kehidupan sosial.

1. Menumbuhkan rasa saling menghargai

Orang yang terbiasa membantu sesama dapat membangun hubungan sosial yang lebih baik. Namun, pertolongan hendaknya diberikan dengan ikhlas dan tidak dijadikan alasan untuk menuntut balasan.

2. Meningkatkan rasa syukur

Ketika melihat orang lain menghadapi kesulitan, kita dapat menyadari bahwa setiap manusia memiliki ujian dan keterbatasan. Kesadaran tersebut dapat mendorong kita untuk lebih mensyukuri nikmat yang dimiliki.

3. Menghadirkan kebahagiaan

Membantu orang lain memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan manfaat dari apa yang kita miliki. Ketika pertolongan tersebut benar-benar meringankan beban seseorang, muncul kebahagiaan karena telah memberikan manfaat.

4. Meningkatkan kepedulian sosial

Kebiasaan membantu membuat seseorang lebih peka terhadap keadaan lingkungan sekitarnya. Kita tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang lain.

5. Mempererat persaudaraan dan persatuan

Saling membantu dapat memperkuat hubungan antarmanusia. Perbedaan latar belakang, suku, budaya, maupun kondisi sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berbuat baik.

6. Menularkan kebaikan

Kebaikan yang dilakukan seseorang dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. Dari satu pertolongan kecil, dapat tumbuh kepedulian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Kebaikan pada Akhirnya Kembali kepada Diri Sendiri

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan manusia pada hakikatnya akan kembali memberikan manfaat kepada dirinya sendiri.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 7:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.

Oleh sebab itu, tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai membantu orang lain. Selama ada kemauan, selalu ada cara untuk berbuat baik.

Kita dapat membantu sesuai kemampuan, mulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

Mari Membiasakan Diri Berbuat Baik

Kehidupan akan menjadi lebih baik ketika setiap orang memiliki kepedulian terhadap sesama. Mereka yang memiliki kelebihan membantu yang membutuhkan, sementara mereka yang memiliki ilmu dapat berbagi pengetahuan kepada orang lain.

Tolong-menolong juga bukan sekadar tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Lebih jauh, ia merupakan upaya membangun kehidupan yang penuh kepedulian, persaudaraan, dan kasih sayang.

Karena itu, mari membiasakan diri untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, membantu sesuai kemampuan, dan menjauhi segala bentuk kerja sama dalam dosa maupun permusuhan.

Semoga Allah SWT memberikan kita keikhlasan untuk terus berbuat baik, menjadikan kita pribadi yang bermanfaat bagi sesama, serta membimbing kita agar istiqamah di jalan-Nya.

Sebab, kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah sia-sia di hadapan Allah SWT.

Masalah tolong menolong atau membantu orang satu sama lain sangat diperhatikan dalam Islam. Allah Ta'ala yang paling tahu kemaslahatan hamba-hambaNya. Ustadz Muhammad Ihsan, dai dari lembaga bimbingan islam menjelaskan, dalam syariat akan banyak kita temukan tentang tolong menolong ini, di antaranya: Firman Allah Ta'ala : وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ… ٱلۡعِقَابِ “….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. [QS Al Ma”idah:2]. Baca juga: Faedah Tolong Menolong, Tak Hanya Dibalas di Dunia Tetapi juga di Akhirat Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mempermisalkan kaum mukminin sebagai sebuah bangunan yang saling menguatkan, beliau bersabda: المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كالبُنْيانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, saling menguatkan sesama mereka.” (HR. Muslim no. 2585). Kemudian Rasulullah juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, dia tidak akan menzhalimi saudaranya atau membiarkan saudaranya dizhalimi. Siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan seorang muslim, Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat, dan siapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442). Rasulullah bersabda: “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699). Kaedah Islam dalam Tolong Menolong

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Senin, 15 Agustus 2022 - 16:43 WIB oleh Widaningsih dengan judul "Anjuran Tolong Menolong Sesama Muslim dalam Islam, Begini Penjelasannya". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://kalam.sindonews.com/read/856555/69/anjuran-tolong-menolong-sesama-muslim-dalam-islam-begini-penjelasannya-1660547333

Untuk membaca berita lebih mudah, nyaman, dan tanpa banyak iklan, silahkan download aplikasi SINDOnews.
- Android: https://sin.do/u/android
- iOS: https://sin.do/u/ios
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update