KOTA SERANG, KONTAK BANTEN — Festival Panjang Mulud 2026 berlangsung meriah di Kota Serang, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT Provinsi Banten ke-26 tersebut diikuti puluhan kontingen dari masyarakat umum hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Festival perdana ini digelar oleh Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Banten bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Dengan mengangkat tradisi Panjang Mulud sebagai kearifan lokal masyarakat Banten, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Islam Banten sebagai potensi pariwisata daerah.
Pawai Panjang Mulud Semarakkan Jalanan Kota Serang
Pawai Festival Panjang Mulud 2026 dimulai dari titik kumpul di Polres Serang Kota dan berakhir di Gedung Negara Provinsi Banten.
Para peserta membawa berbagai bentuk hiasan Panjang Mulud yang dikemas secara kreatif. Selain menjadi bagian dari tradisi peringatan Maulid Nabi, berbagai kreasi tersebut juga membawa pesan syiar Islam serta menampilkan identitas budaya Banten.
Sekretaris Umum PW DMI Provinsi Banten, Efi Afifi, mengatakan Festival Panjang Mulud tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga diarahkan menjadi salah satu daya tarik wisata khas Banten.
“Pesan dan makna kegiatan ini, kami ingin mengajak dan mengapresiasi refleksi kecintaan masyarakat Banten terhadap Nabi Muhammad SAW melalui tradisi Panjang Mulud. Tradisi ini bukan sekadar ritual keagamaan, tapi kita ingin memasukkan dan mendorong menjadi aspek wisata khas Banten,” ujar Efi.
Menurut Efi, keikutsertaan sekitar 60 peserta menunjukkan bahwa tradisi Panjang Mulud masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.
Tradisi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari kekayaan budaya keislaman Nusantara yang tidak hanya diperkenalkan di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi dipromosikan ke tingkat internasional.
Andra Soni Dorong Festival Panjang Mulud Berkelanjutan
Gubernur Banten Andra Soni turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Panjang Mulud 2026 yang digagas PW DMI Banten di bawah kepemimpinan KH Bunyamin.
Andra menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa festival tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“Alhamdulillah dalam pelaksanaannya tadi terlihat antusias masyarakat. Dari Dewan Masjid, OPD, Kabupaten/Kota, hingga kelompok masyarakat ikut serta. Karena ini tahun pertama atau kick-off, pendaftar sebenarnya melimpah tapi kita batasi,” kata Andra Soni.
Melihat respons masyarakat tersebut, Pemprov Banten berencana menjadikan Festival Panjang Mulud sebagai agenda tahunan.
Bahkan, festival tersebut ditargetkan dapat masuk ke dalam Kalender Event Nusantara, sehingga tradisi khas Banten ini memiliki ruang promosi yang lebih luas dan dapat menarik wisatawan.
Andra juga meminta Sekretaris Daerah Banten bersama Dinas Pariwisata Banten untuk mendampingi PW DMI dalam mengembangkan konsep festival tersebut agar pelaksanaannya pada tahun-tahun berikutnya semakin besar dan menarik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan festival, Pemprov Banten juga menyiapkan Piala Bergilir bagi para peserta.
Total Hadiah Festival Capai Rp76 Juta
Festival Panjang Mulud 2026 juga diramaikan dengan perlombaan antarkontingen. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp76 juta.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni kreativitas dan kearifan Panjang Mulud, unsur keislaman dan syiar, kearifan lokal budaya Banten, serta kekompakan dan penampilan kontingen.
Berikut daftar pemenang Festival Panjang Mulud 2026:
Kategori Peserta Umum:
- Juara 1: Peserta Nomor 01 — Nilai 705
- Juara 2: Peserta Nomor 15 — Nilai 700
- Juara 3: Peserta Nomor 21 — Nilai 695
- Harapan 1: Peserta Nomor 07 — Nilai 690
- Harapan 2: Peserta Nomor 26 — Nilai 670
- Harapan 3: Peserta Nomor 02 — Nilai 650
Kategori OPD:
- Juara 1: Dinas Pariwisata Banten — Nilai 95
- Juara 2: Sekretariat Daerah Banten — Nilai 85
- Juara 3: KONI Banten — Nilai 75
Meriahnya Festival Panjang Mulud 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Banten. Pemerintah Provinsi Banten berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda budaya dan pariwisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

.gif)