Friday, 1 November 2019

Angkat Status Petani Menjadi Kelas Menengah


JAKARTA – Pemerintah diharapkan lebih fo­kus membangun ekonomi kerakyatan di perde­saan untuk mengangkat status puluhan juta petani nasional menjadi kelas menengah. Apa­bila upaya tersebut berhasil maka Indonesia akan lolos dari jebakan negara berpenghasilan menengah bawah (low-middle income trap), bahkan bisa beranjak menjadi negara kaya.
Dewan Pembina Institute Agroekologi In­donesia (Inagri), Achmad Yakub, mengemuka­kan Indonesia mesti kembali kepada cita-cita awal Bapak Pendiri Bangsa, Bung Karno, yang termuat dalam Pancasila dan UUD 1945, yak­ni pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara diserahkan untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
“Dan hal itu berinti pada sebanyak mungkin keterlibatan rakyat dalam proses ekonomi atau pengelolaan sumber daya. Ini merupakan im­plementasi ekonomi kerakyatan,” jelas dia, ke­tika dihubungi, Kamis (31/10).
Yakub memaparkan, cita-cita founding fa­ther tegas mengatakan bahwa negara ini diba­ngun di atas konsep ekonomi kerakyatan. Itu sesuai dengan konsep Bung Karno saat mene­mukan petani bernama Marhaen di desa pada 1926–1927. Itulah simbol ekonomi rakyat yang ingin diangkat dari perdesaan yakni berdaya­nya petani secara umum, yang terdiri atas peta­ni padi, peternak, maupun nelayan.
Presiden pertama RI, Soekarno, mencetuskan Marhaenisme yakni untuk mengangkat harkat hidup Massa Marhaen (terminologi lain dari rak­yat Indonesia), yang memiliki alat produksi na­mun masih tertindas. Pengertian Marhaen juga ditujukan kepada seluruh golongan rakyat kecil, yaitu petani dan buruh yang belum sejahtera.
“Maksud Bung Karno tentang Marhaen adalah memajukan ekonomi rakyat di perde­saan untuk mengangkat taraf hidup petani dan menjadikan sektor pertanian sebagai soko guru ekonomi nasional,” jelas Yakub.
Dia menambahkan sistem ekonomi oligarki yang menyerahkan pengelolaan sumber daya alam dan kekayaan negara pada segelintir konglomerat terbukti gagal, bahkan mengha­silkan ketimpangan kesejahteraan yang buruk.
Berdasarkan data Global Wealth Report 2018 yang dikeluarkan Credit Suisse, ketimpangan berdasarkan kekayaan, satu persen orang ter­kaya di Indonesia menguasai 46,6 persen kekay­aan nasional, meningkat dari 45,4 persen pada 2017. Sedangkan 10 persen terkaya di Indonesia menguasai 75,3 persen kekayaan nasional.
Menurut Yakub, Bung Karno berharap peta­ni terangkat jadi kelas menengah. Kalau itu bisa terwujud maka 60 juta petani nasional jadi kelas menengah, dan negara akan kaya. Tiongkok te­lah memberikan contoh bagaimana dengan per­tanian yang kuat mereka bisa mengangkat 700 juta penduduk miskin menjadi kelas menengah.
“Cita-cita inilah yang semestinya menjadi energi utama para pemimpin bangsa dalam mengelola negara,” kata dia.
Sebelumnya, Direktur Pusat Studi Masyara­kat (PSM) Yogyakarta, Irsad Ade Irawan, me­ngatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid 2 mesti bertekad dan secara nyata memberantas praktik pajak siluman, kriminal­isasi perkara perdata, dan kroni kapitalisme untuk bisa lepas dari jebakan negara berpeng­hasilan menengah-bawah.
Sebab, sejumlah praktik tersebut merupakan akar masalah utama yang membuat Indonesia tidak maju. Praktik tersebut juga membuat In­donesia tidak menarik untuk investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
“Padahal, investasi asing sangat dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi tinggi sehingga Indonesia keluar dari kemiskinan dan beranjak menjadi negara maju,” papar Irsad.
Terganjal CAD
Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mul­yani, mengungkapkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang me­lebar membuat ekonomi Indonesia sulit untuk tumbuh tinggi. Bahkan, Presiden Jokowi pun berulang kali mengingatkan permasalahan CAD yang selama ini membuat ekonomi In­donesia rentan. Presiden mengakui bahwa In­donesia masih bergantung pada barang impor, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), yang selama ini menjadi penyebab melebarnya CAD.
Presiden Jokowi meminta para menteri un­tuk menarik investasi di sektor manufaktur guna mengatasi persoalan membludaknya barang-ba­rang impor yang selama ini memperburuk CAD.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Kontak Media Group Hari pers 2026

Kontak Media Group Hari pers 2026

SEKRETARIAT DPRD KOTA CiIegon HPN 2026

SEKRETARIAT DPRD KOTA CiIegon HPN 2026

SEKRETARIAT DPRD KOTA SERANG HPN 2026 BANTEN

SEKRETARIAT DPRD KOTA SERANG HPN 2026 BANTEN

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN HARI PERS 2026

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN HARI PERS 2026

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Support