SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Serang menilai, struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBD) Kabupaten Serang tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun
sebelumnya. Mereka mencatat estimasi pendapatan daerah tahun 2020
mengalami penurunan sebesar 13,26 persen dari APBD 2019.
Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan
umum fraksi-fraksi DPRD tentang APBD Kabupaten Serang 2020 dan Raperda
asal Bupati serta pendapat Bupati terhadap Raperda prakarsa DPRD
Kabupaten Serang dari gabungan semua fraksi. Rapat tersebut dihadiri 32
anggota DPRD dan 4 pimpinan DPRD Kabupaten Serang serta Wakil Bupati
Serang Pandji Tirtayasa.
“Dari struktur APBD tahun 2020 kami menilai mengalami penurunan dari
tahun 2019. Kami melihat estimasi pendapatan daerah tahun 2020 mengalami
penurunan sebesar 13,26 persen dari APBD 2019,” kata anggota Fraksi
Partai Golongan Karya (Golkar) Mawardi kepada wartawan, Kamis
(31/10/2019).
Dia menuturkan, penurunan pendapatan daerah tersebut terdiri atas
dana perimbangan sebesar 13,39 persen dari tahun sebelumnya dan
lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 34,11 persen dari tahun
sebelumnya. Namun walaupun ada pendapatan daerah yang mengalami
penurunan, tetapi dari sektor-sektor pendapatan daerah tersebut terjadi
peningkatan dari target sebelumnya, seperti PAD pada 2019 mempunyai
target sebesar 735,741 miliar meningkat menjadi 765,522 miliar.
“Adapun sektor PAD yang mengalami peningkatan hanya pendapatan pajak
daerah yang meningkat sebesar 10,27 persen dari tahun sebelumnya. Tetapi
dari sektor retribusi daerah mengalami penurunan sebesar 4,54 persen
dari tahun sebelumnya termasuk lain-lain PAD yang sah mengalami
penurunan sebesar 2,62 persen dari tahun sebelumnya,” tuturnya.
Selanjutnya, pihaknya mencatat kondisi umum pendapatan daerah dalam
APBD 2019 selama rentang waktu 9 bulan tercatat bahwa realisasi PAD baru
mencapai 67,16 persen dari target satu tahun anggaran yaitu sebesar
735, 741 persen dari target satu tahun anggaran yaitu sebesar 1,634
triliun dan lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar 64,42 persen dari
target satu tahun anggaran sebesar 656,026 miliar.
“Untuk menghadapi APBD 2020 tentunya harus bercermin pada tahun
berjalan ini, mengingat tahun berjalan tersisa 2 bulan lagi. Apakah
estimasi APBD 2020 ini dapat mencapai target,” ujarnya.
Selain itu, dia menuturkan, untuk belanja daerah jika dilihat dari
rentang waktu 9 bulan terakhir ini realisasinya yaitu untuk belanja
tidak langsung sebesar 63,51 persen dari target satu tahun anggaran
sebelumnya yaitu sebesar Rp 1,706 triliun. Kemudian realisasi belanja
langsung yaitu sebesar 47,43 persen atau sebesar Rp 1,632 triliun dari
tahun sebelumnya.
Dalam hal ini fraksi-fraksi DPRD mendorong pemerintah daerah untuk
memanfaatkan secara optimal atas semua pendapatan dan penerimaan untuk
program-program prioritas serta untuk kepentingan masyarakat langsung
dan membantu memecahkan masalah yang ada di masyarakat.
“Dari sektor pendapatan daerah kami yakin APBD 2020 dapat terus
ditingkatkan karena masih banyak sumber-sumber pendapatan yang belum
diintegrasikan dalam dokumen APBD karena disebabkan belum adanya
kejelasan dari pemerintah pusat dan provinsi,” ucap Mawardi.







0 comments:
Post a Comment