Senin, 27 Juni 2022

Politik Kekerabatan Problem Struktural di Pilkada Serentak

 


Politik kekerabatan tumbuh subur dalam berbagai gelombang pilkada di Indonesia, termasuk di Pilkada Serentak 2022. Kendati sebagian masyarakat memandang negatif praktik ini, tetapi persoalan struktural seperti regulasi, kondisi masyarakat, dan kelembagaan politik membuat politik kekerabatan masih berpeluang terus berkembang.

Politik kekerabatan berupa pencalonan kerabat politisi nasional maupun daerah kembali mencuat di sejumlah daerah di Pilkada 2022. Hasil jajak pendapat Kompas pekan lalu mencatat, 60,8 persen responden menganggap politik kekerabatan sebagai sesuatu yang buruk. Kelompok responden usia muda (17-30 tahun), memiliki resistensi lebih besar terhadap politik dinasti (67,9 persen) Kompas, 3/8/2022).

Pengajar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno dihubungi di Jakarta, Senin (3/8) menuturkan, politik kekerabatan muncul karena dua hal utama. Pertama, tidak ada larangan dari regulasi bagi kerabat petahana atau pejabat publik di tingkat lokal maupun nasional untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Kedua, kaderisasi yang tidak optimal dan masing-masing partai politik berburu kemenangan dengan cepat.

“Sebaiknya mereka yang sedang berkuasa sedikit menahan diri dari keinginan berkuasa, dan menempatkan keluarganya dalam kekuasaan. Demokrasi adalah untuk melawan oligarki, jangan orang atau kelompok itu-itu saja yang berkuasa, tanpa ada sirkulasi elite,” katanya.

Bukan jaminan

Menurut Yoes Chandra Kenawas, kandidat doktor di Northwestern University, AS yang sedang meneliti politik dinasti di Indonesia, institusi politik saat ini memang menguntungkan orang-orang yang memiliki koneksi keluarga.

Akan tetapi, calon dari dinasti politik tidak bisa dijamin akan menang. Pasalnya, kata dia, selama 2015-2018, ada 117 kandidat dari dinasti politik yang menang, tetapi juga ada 85 kandidat yang kalah.

Yoes mengatakan, dinasti politik juga bisa disebabkan kondisi sosial masyarakat. Ia mencontohkan, belum matangnya masyarakat dalam kehidupan bernegara membuat mereka mudah dikelola lewat narasi-narasi politik. Di sisi lain, narasi politik bisa dibangun dengan ketersediaan logistik yang cukup. Salah satu solusi menghadapi politik dinasti, kata dia, adalah Badan Pengawas Pemilu yang kuat. Kuat di sini artinya, independen, punya kapasitas, dan fleksibilitas kuat.

“Jangan sampai Bawaslu diikat aturan-aturan yang sifatnya terlalu prosedural. Bawaslu harus bisa memastikan pemilu yang adil. Penegakan hukum harus diperbaiki,” kata Yoes.

Anggota Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin mengatakan politik dinasti menjadi persoalan karena praktiknya di Indonesia relatif buruk. Dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan, memang tak ada larangan terhadap praktik tersebut, Akan tetapi, praktik yang terjadi dengan tiba-tiba dan cenderung memanfaatkan privilese tanpa melalui proses penyaringan yang adil, membuat praktik politik dinasti tidak disukai sebagian orang.

Menurut dia, cenderung dominannya resistensi kaum muda terhadap praktik politik dinasti, sebagaimana dicerminkan dari riset Litbang Kompas, diduga karena tidak terlibat dan dilibatkannya mereka dalam proses pencalonan semestinya dilakukan adil dan terbuka itu. (DIT/INK)

Aktivis 98 Yogyakarta, Wibowo Arif alumni Fakultas Filsafat, UGM. (Ist)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

TV KONTAK BANTEN LIVE

DISHUB KOTA CILEGON

DISHUB KOTA CILEGON

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN STRIMING

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support