< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pakar Budaya UI Endus Krisis Identitas Bangsa Jadi Tantangan Pembangunan Nasional

Senin, 20 Februari 2023 | Senin, Februari 20, 2023 WIB | Last Updated 2023-02-20T09:52:46Z

 

Dosen Pascasarjana Cultural Studies Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Indonesia (FIB UI), Lily Tjahyandari, dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun bertajuk "Quo Vadis Arah Pembangunan Nasional

JAKARTA ( KONTAK BANTEN)   Keberlanjutan pembangunan nasional salah satunya diukur dari seberapa kuat identitas suatu bangsa bisa semakin diperkuat oleh seluruh unsur di dalamnya.Hal tersebut disampaikan Dosen Pascasarjana Cultural Studies Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Indonesia (FIB UI), Lily Tjahyandari, dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun bertajuk "Quo Vadis Arah Pembangunan Nasional" yang digelar di Kune's Resto and Bar, Hotel Bintang Baru, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12).

"Sekarang kan sudah ada krisis mengarah ke sana, yaitu krisis identitas terkait dengan upaya mebangkit-bangkitkan politik identitas," ujar Lily saat memaparkan materi diskusi yang memiliki sub tema "Evaluasi dan Proyeksi Kebijakan Pembangunan Nasional dalam Multiperspektif" ini.Ia menjelaskan, menguatnya politik identitas dalam kurun waktu belakangan ini mesti dihentikan, apabila Indonesia bisa terus melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

"Kalau perlu kita rem. Caranya gimana? Tidak kita beri ruang, supaya bisa dikontrol, supaya ruang kebersamaan itu bisa terbangun," sambungnya memaparkan.

Sebagai salah satu contoh upaya yang dilakukan pemerintah dalam menguatkan persatuan bangsa, menurut Lily, adalah adanya gerakan revolusi mental.Akan tetapi, ia memandang revolusi mental ini sepatutnya semakin diperluas, tidak hanya dilakukan dalam upaya meningkatkan pendidikan formal masyarakat tetapi juga informal.

"Yang masih perlu kita pantau sama-sama, adalah revolusi mental di bidang sosial media (sosmed)," ucapnya.

Sosmed yang terus berkembang hingga hari ini, dilihat Liily, sudah semakin jauh dari maksud dan tujuannya diciptakan, yaitu untuk mengembangkan informasi.

"Masih banyak orang yang kepikirannya masih sosmed yang bukan mendapat informasi yang baik, tapi jadi bahan untuk berantem," tuturnya.


Maka dari itu, hal ini yang perlu dibuat terobosan haluan, dengan memastikan bagaimana polemik itu bisa dikelola dan atau bahkan dihentikan.

"Polemik itu ujungnya sampai mana? Jangan sampai jadi berat. Koridor-koridor itu yang perlu disadarkan," ungkapnya.

"Jadi artinya, pendidikan sosmed masuk ke revolusi mental. Jadi pendidikan dasar pendikan tinggi, itu juga pendidikan sosmed. Ini akan membuat kita makin kuat," demikian Lily menambahkan

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update