< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Jakarta Terancam Tenggelam Lebih Cepat

Sabtu, 23 Desember 2017 | Sabtu, Desember 23, 2017 WIB | Last Updated 2017-12-23T15:21:09Z


 Kebijakan Perkotaan - Sekitar 40% Wilayah Jakarta Berada di Bawah Permukaan Laut
JAKARTA - Kota Jakarta terancam tenggelam lebih cepat. Selain karena faktor alam, seperti perubahan iklim yang mengakibatkan naiknya permukaan Laut Jawa, tenggelamnya Ibu Kota RI itu juga disebabkan oleh faktor manusia.
Penyedotan air tanah secara masif, pembangunan yang mengabaikan ketersediaan ruang terbuka hijau, perawatan saluran air yang buruk, dan pengelolaan kota yang sembrono merupakan penyebab Jakarta bakal tenggelam lebih cepat akibat ulah manusia. Manajer Kampanye Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Oni Mahardika, mengemukakan setelah diperkirakan bakal tenggelam secara perlahan, ancaman Jakarta bakal tenggelam lebih cepat merupakan peringatan yang sangat masuk akal.
“Sebab data menunjukkan bahwa penurunan permukaan air tanah dari tahun ke tahun menjadi lebih cepat dari kota besar lain di seluruh dunia, sehingga 40 persen wilayah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut,” papar dia, ketika dihubungi, Jumat (22/12). Menurut dia, daya dukung dan daya tampung beban di Jakarta sudah sangat tidak mencukupi akibat kerusakan yang dibuat oleh penduduk Jakarta yang sangat masif dan sistematis.
Sebelumnya, laman The New York Times, Kamis (21/12), juga memperingatkan kemungkinan Jakarta tenggelam lebih cepat. Penyebab utamanya adalah banyak warga menggali sumur tanpa kendali untuk kebutuhan sehari-hari, akuifer atau lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air menjadi kering.
Kondisi itu seperti bantal raksasa di bawah tanah yang kempis. Akibatnya, sekitar 40 persen wilayah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut. Bahkan, daerah pesisir seperti Muara Baru telah tenggelam sedalam 14 kaki dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kondisi seperti itu, upaya meningkatkan infrastruktur, seperti membangun tanggul untuk menahan arus sungai atau kanal untuk menahan air Laut Jawa naik akan sia-sia.
Jakarta diperkirakan akan menjadi kota yang tenggelam paling cepat. Itu karena selama puluhan tahun, Jakarta mengalami pertumbuhan yang sembrono dan kepemimpinan yang lalai. Akibatnya, krisis telah mengantre di Jakarta seperti efek domino.

Konsesi Pemerintah

Oni menambahkan, pengembang di Jakarta dan pihak lain secara ilegal menggali sumur yang jumlahnya sudah tidak terhitung lagi karena air dialirkan melalui pipa kepada kurang dari separo populasi, yang menurut laporan dikenakan biaya mahal oleh swasta yang diberi konsensi pemerintah. “Akuifer tak bisa diisi air lagi.
Meski hujan lebat, air sulit lagi merembes ke dalam tanah karena 97 persen wilayah Jakarta telah tertutup beton dan aspal. Ruang terbuka sebagai resapan air telah tertutup aspal. Pantai mangrove yang berfungsi menahan gelombang dan banjir telah berubah menjadi kawasan apartemen,” ungkap dia.
Peneliti iklim, Irvan Pulungan, juga mengkhawatirkan kemungkinan naiknya suhu beberapa derajat Fahrenheit dan naiknya level air laut sekitar tiga kaki di kawasan Jakarta pada abad mendatang. “Hal itu saja sudah memunculkan potensi bencana di kota metropolis yang padat penduduk ini,” tukas dia.
Menurut Oni, agar Jakarta tidak tenggelam, penggalian sumur harus dihentikan. Ini berarti Jakarta harus menyediakan air bersih beserta jaringan pipa air yang terintegrasi dengan baik. Kalangan pencinta lingkungan juga menekankan jika Jakarta tidak terlebih dahulu membersihkan sungai dan kanal, tanggul akan mengubah Teluk Jakarta yang tertutup menjadi tempat pembuangan limbah terbesar di dunia.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update