< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

KPAI prihatin, kekerasan di dunia pendidikan semakin massif dan mengerikan

Kamis, 28 Desember 2017 | Kamis, Desember 28, 2017 WIB | Last Updated 2017-12-27T18:38:40Z

JAKARTA- Salah satu dari cacatan kritis Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terkait pendidikan Indonesia sepanjang 2017 adalah, kekerasan yang semakin massif dan mengerikan, baik yang dilakukan siswa maupun dilakukan guru.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Lestari mengatakan, KPAI tentu saja prihatin dengan kekerasan di dunia pendidikan yang semakin massif dan mengerikan di sekolah,  bahkan beberapa kasus memakan korban, seperti galadiator di Rumpin, kabupaten Bogor yang menewaskan MRS karena luka pacokan.
Dia juga menilai, trend kasus-kasus kekerasan di kalangan anak-anak yang bahkan disertai disertai penjarah seperti kasus Geng Motor “Jepang” di Depok.
“Oleh karena itu, KPAI mendorong Kemendikbud dan Kemenag untuk memiliki program yang dapat mewujudkan sekolah aman dan nyaman untuk peserta didik atau bisa diistilah dengan sekolah ramah anak (SRA),” kata Retno, Rabu (27/12).
Lanjutnya, salah satu upaya yang harus dilakukan Kemdikbud dan Kemenag dalam mewujudkan SRA adalah menyiapkan para guru dan kepala sekolah memahami aturan-aturan terkait perlindungan anak dan juga pendidikan tentang psikologi anak.
Retno pun menyampaikan kalau sudah semestinya  guru-guru dan kepsek harus diberi pelatihan cara mencegah dan menangani kekerasan di sekolah, karena banyak guru dan kepala sekolah gagap dalam menghadapi kekerasan di sekolah.
Selain itu, kata Retno, KPAI mendorong pemerintah  untuk  melakukan percepatan dan sosialisasi program sekolah ramah anak (SRA), karena jumlah sekolah yang mendeklarasikan SRA saat ini baru mencapai 2800 sekolah dari 260.000 sekolah atau baru sekitaar 0,09%.
Senada, FSGI dalam release yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, 26 Desember kemarin juga merekomendasikan hal yang sama dengan Retno untuk mencegah dan menangani kekerasan di sekolah, salah satunya dengan melakukan percepatan dan sosialisasi program sekolah ramah anak.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update