< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Ratusan Pegawai Honorer di Banten Demo Tolak Seleksi CPNS 2018

Selasa, 18 September 2018 | Selasa, September 18, 2018 WIB | Last Updated 2018-09-18T09:12:10Z

Ino Raswita PLT Sekda Provinsi Banten Ketika Menerima Perwakilan Honore Banten
SERANG-Ratusan pegawai honorer di Provinsi Banten terdiri perwakilan dari masing masing wilayah Kota Tangerang Kota Serang Kabupaten Tangerang Lebak Pandeglang menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Banten , Selasa (18/9/2018). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum. Pasalnya, rekrutmen dinilai tidak mengakomodasi seluruh pegawai honorer untuk dapat mengikuti tes CPNS.

Ketua Forum Honorer Kategori (FHK) II Asep  mengatakan, sejak pemerintah menerbitkan Permenpan RB No 36 -37 Tahun 2018, kesempatan pegawai honorer berusia di atas 35 tahun untuk menjadi PNS telah tertutup.

Padahal, jumlah pegawai honorer di Provinsi Banten seluruhnya mencapai 2.196 orang. Dari jumlah tersebut, yang berusia di atas 35 tahun mencapai 2.140. "Peraturan menteri itu membatasi tenaga honor yang bawah 35 tahun yang boleh ikut tes CPNS. Ini keterlaluan dan tidak adil," katanya, Selasa (18/9/2018).

  Asep mengatakan, dalam formasi CPNS tahun ini, untuk jalur umum hanya bisa diikuti 40 orang dari 80 orang yang mendaftar. Hal ini karena ribuan pegawai honorer tidak bisa mengikuti tes CPNS karena terbentur oleh aturan tersebut.

"Aturan ini sudah mengintimidasi kami dan tidak adil. Kami yang sudah belasan tahun mengabdi tidak bisa menjadi PNS karena terbentur oleh aturan itu," ujarnya.

Menurutnya, pegawai honorer sengaja datang ke Gubernur untuk meminta dukungan menolak pelaksanaan CPNS tahun ini. Mereka juga meminta Gubernur yang di Waklili Oleh Sekda Provinsi Banten Ino Raswita agar mengeluarkan rekomendasi agar pemerintah membatalkan rekrutmen CPNS tahun 2018.

"Kami meminta Gubernur Banten  untuk ikut memperjuangkan aspirasi kami agar pemerintah segera mencabut aturan tersebut."
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update