< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kursi Wakil Walikota Cilegon, Sejumlah Parpol Masih Belum Bersikap

Sabtu, 13 Oktober 2018 | Sabtu, Oktober 13, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-13T10:25:36Z


CILEGON, (KB).- Sejumlah partai politik (parpol) masih belum bersikap, meski tensi politik perebutan kursi Wakil Walikota Cilegon meningkat. Namun, spekulasi tentang peta dukungan yang terbelah antara kubu PDIP yang mengusung Reno Yanuar dan Partai Golkar yang mengusung Ratu Ati Marliati, mulai dispekulasikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, spekulasi peta dukungan parpol koalisi beredar. Meski hanya pengisian Wakil Kepala Daerah, namun konstalasi politik nasional jelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (Pilpres) mulai dikait-kaitkan.
Untuk diketahui, pasangan Tubagus Iman Ariyadi-Edi Ariadi saat maju sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon periode 2015-2020 mendapat dukungan dari 11 partai. Dari 11 partai tersebut, terdapat 9 partai diantaranya mendapat jatah kursi di DPRD Kota Cilegon.
Kesembilan partai tersebut, yaitu  Partai Golkar, PDIP, PPP, PKS, PKB, Partai Gerindra, Partai NasDem, PAN, dan Partai Demokrat. Dari konfigurasi tersebut, terdapat beberapa partai yang sulit bergabung dengan salah satu kubu jika melihat konstalasi politik nasional.
Sejumlah pihak menduga koalisi telah terbelah dalam kontestasi Wakil Wali Kota Cilegon. Meski demikian, beberapa parpol mengaku belum menentukan sikap karena belum melakukan komunikasi politik dengan PDIP maupun Partai Golkar.
Salah satunya adalah Partai NasDem, yang belum memantapkan sikap politik terkait dukungan untuk calon wakil wali kota.
“Kami belum menyatakan sikap, sampai sekarang masih abu-abu. Sebab belum ada satu pun partai pengusung yang melakukan komunikasi. Internal kami pun belum membahas sikap politik,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Cilegon Erick Rebiin, Kamis (11/10/2018).
Begitu juga dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain belum melakukan komunikasi politik, kasus yang menimpa Wali Kota Cilegon non aktif Tubagus Iman Ariyadi juga belum inkrah.
“Meskipun kabarnya tidak ada upaya kasasi baik dari Pak Iman maupun KPK, namun Pemkot Cilegon dan DPRD Kota Cilegon belum menerima surat inkrah dari PN Serang. Jadi masih terlalu dini untuk komunikasi politik terkait pemilihan wakil wali kota,” ujar anggota Fraksi PPP DPRD Kota Cilegon, Baehaki Sulaeman.
Begitu juga dengan Partai Gerindra yang belum menentukan sikap politik, karena belum adanya keterangan inkrach. “Sampai sekarang belum ada komunikasi politik. Kami juga belum menentukan sikap, nanti saja,” kata Ketua Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik.
Klaim komunikasi politik
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Cilegon Reno Yanuar mengklaim telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai. Tidak hanya terhadap tujuh partai koalisi, komunikasi politik telah ia lakukan dengan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas. “Alhamdulillah komunikasi politik berjalan dengna baik. Bahkan Pak Sutisna pun sudah saya lakukan,” katanya.
Sejumlah pernyataan diplomatis dilontarkan Reno. Salah satunya terkait keinginan partai koalisi yang menginginkan sebuah perubahan di Kota Cilegon. “Intinya kawan-kawan partai ingin ada kesempatan untuk yang lain. Sebab kalau beda pemimpin, beda sistem kepemimpinan. Kawan-kawan sudah sepakat bagaimana posisi wakil dimiliki oleh saya,” ujarnya.
Terkait kans Ratu Ati Marliati mendapatkan kursi tersebut, Reno menilai langkah yang harus ditempuh masih terlalu panjang. Mengingat Ati saat ini masih sebagai birokrat Pemkot Cilegon, juga belum mendapatkan rekomendasi dari DPD I Golkar Banten.
“Ibu Ati kan ASN, ia membutuhkan persetujuan dari MenPAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) jika ingin keluar dari birokrasi guna berpolitik. Kemudian ia pun belum mengantongi SK dari DPD I dan DPP. Berbeda dengan Ibu Ati, saya sudha memiliki semuanya. Jadi menurut saya, jangan berangan-angan lah,” katanya.
Menurut Reno, pada dasarnya Partai Golkar dan PDIP masih memiliki hubungan harmonis, baik di pusat maupun daerah. Untuk itulah, ia mengajak kepada DPD II Partai Golkar Kota Cilegon untuk sama-sama mendukungnya untuk posisi Wakil Wali Kota Cilegon.
“Golkar dan PDIP sampai sekarang masih harmonis kok. Ibu Ati pun sudah di jalur yang benar, sebagai Kepala Bappeda dia punya kontribusi besar dalam mensejahterakan masyarakat Cilegon dari jalur birokrasi. Maka itu, yuk kita jalan bersama demi kepentingan Rakyat Cilegon. Saya sebagai unsur pimpinan daerah, sementara Ibu Ati sebagai birokrat,” terangnya. (AH)*
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update