< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Setahun Kampung Bekelir, Diadopsi hingga Sabet Pengharhaan Nasional

Minggu, 16 Desember 2018 | Minggu, Desember 16, 2018 WIB | Last Updated 2018-12-16T10:58:52Z

Kegiatan perayaan ulang tahun Kampung Bekelir yang berusia setahun di Jalan Kali Pasir RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (15/12/2018).
TANGERANG-Pada 19 November 2018 kemarin, destinasi wisata unggulan di Kota Tangerang, Kampung Bekelir genap berusia setahun. Meski masih baru, kampung bertema warna-warni ini berhasil menyabet dua penghargaan.
Selain itu, kampung yang kaya akan mural ini merefleksikan diri sebagai referensi bagi kampung lain untuk mengubah pemukimannya menjadi kampung tematik.
Milad Kampung Bekelir setahun ini dirayakan dengan meriah di Jalan Kali Pasir RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (15/12/2018).
Puluhan pengunjung yang hadir dalam  acara ulang tahun tersebut disuguhkan penampilan tarian asal Cipadu, RBT Band, hingga akustik.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih mengatakan, selama setahun ini Kampung Bekelir dapat meningkatkan perekonomian warga.
Menurutnya, warga setempat menjual berbagai produk seperti kerajinan hingga kuliner khas lokal bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Bekelir.
"Sekarang lebih maju ya, banyak yang jualan makanan, kafe-kafe sehingga peningkatan ekonomi warga mulai terwujud," ujarnya sambil menunjuk jajanan Kampung Bekelir di sepanjang tepi sungai Cisadane.
Rina menuturkan, Kampung Bekelir  juga berhasil menyabet penghargaan juara II Pesona Indonesia dengan kategori kampung kreatif serta menjuarai kampung PHBS se-Kota Tangerang.Mudah-mudahan kedepan dengan adanya penghargaan, masyarakat lebih antusias menjaga kampungnya selalu bersih," tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Babakan M Kholik mengungkapkan bahwa kampung ini masih tetap eksis menjadi destinasi wisata di Kota Tangerang yang kerap dikunjungi wisatawan asing maupun lokal.
"Di sini masih eksis, masih banyak pengunjung setiap harinya terutama dari kalangan mahasiswa untuk membuat skripsi karya ilmiahnya," ungkapnya.
Kholik mengatakan, kampung yang semula kumuh ini juga diadopsi oleh kampung lainnya untuk mengubah pemukimannya jadi memiliki nilai kearifan lokal, misalnya seperti Kampung Markisa dan Kampung Batik.
"Kampung ini sekarang sudah menjadi motivasi. Artinya, kampung lain banyak yang meniru dan mudah-mudahan ini menjadi motivasi hingga daerah lain," imbuhnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update