![]() |
SERANG, (KB).- Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya
melakukan peletakan batu pertama penataan kawasan wisata religi di
Kecamatan Tanara, Kamis (3/10/2019). Proyek tersebut, akan menata 11
item utama kawasan, pekerjaan direncanakan selesai dalam empat bulan
dengan anggaran sekitar Rp 5,55 miliar.
Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Diana Kusumastuti
menuturkan, peletakan batu pertama tersebut, memulai pekerjaan di
Kawasan Masjid Tanara. Ada 11 item yang akan ditata dalam proyek
tersebut, yakni area masjid, bangunan tempat lahir Syekh Nawawi, plaza
penerima, bangunan toilet, pusat oleh-oleh, lapangan terbuka, area
pergola, panggung, bangunan madrasah tsanawiyah, area renovasi pagar,
dan gerbang masuk kawasan.
“Proyek ini setahun saja (tidak multiyears). Saya sebutkan dari
tanggal 16 September sampai 29 Desember, ini satu tahun anggaran. Mohon
bantuan, agar jangan direcokin biar segera selesai, kalau sudah selesai
nanti bisa dimanfaatkan,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui
dilokasi.
Ia mengungkapkan, perencanaan proyek tersebut, sudah dilakukan sejak
2018 dan baru realisasi tahun ini. “Bahwa, kami akan rapikan kawasan
Tanara ini,” ujarnya.
Menurut dia, alasan penataan dilakukan, karena di Tanara setiap tahun
sering dijadikan tempat haul dan menghadirkan banyak orang dari
berbagai daerah. Namun, sarana dan prasarana di lokasi masih kurang
memadai. Setelah dilakukan pembangunan, nantinya akan dilakukan
pemeliharaan selama enam bulan. Setelah itu, baru dilepaskan kepada
Pemkab Serang.
Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Banten Rozali Indra
Saputra menuturkan, pelaksana proyek tersebut, akan mendapatkan
pembinaan teknis khusus. Ia berharap, agar dalam pengerjannya didukung
oleh pemda terutama untuk menjaga kondusivitas di wilayah kawasan.
Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersyukur, dengan telah
ditetapkan dan dimulainya pembangunan kawasan wisata religi di Tanara.
Oleh karena itu, mulai saat ini masyarakat harus membiasakan hidup
bersih dan rapi.
“Harapan kami bermanfaat atau ada dampak terhadap ekonomi masyarakat.
Setelah enam bulan pemeliharaan jadi tugas kami, maka Pemkab Serang
harus menganggarkan, bersama- sama masyarakat untuk menjaga bangunan
yang sudah ada untuk dipelihara,” ucapnya.

.gif)