JAKARTA – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB)
melaporan sebanyak 22 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan dalam
kurun waktu tahun 2016–2018.
“Banyak dari penduduk yang tidak memperoleh makanan yang cukup dan
anak-anak cenderung stunting. Pada 2016–2018, sekitar 22 juta orang di
Indonesia menderita kelaparan,” demikian isi dari laporan bertajuk
Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and
Agriculture Development During 2020–2045 yang dibuat ADB dan
International Food Policy Research Institute (IFPRI) yang
dipublikasikan pada Kamis (7/11).
Kondisi kekurangan pangan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, salah
satunya sektor agraria dan pertanian yang menurun sejak 1975, sehingga
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. “Mulanya sektor pertanian menyumbang
30 persen, selang 10 tahun menurun menjadi 23 persen, lalu menjadi 15,3
persen pada 2010 dan berakhir menjadi 13,1 persen pada 2017,” tulis
laporan tersebut.
Begitu pula dengan sistem penyerapan tenaga kerja juga berlangsung
lamban. Selain itu, distribusi pangan juga disebutkan tidak merata dan
menjadi masalah paling krusial.
Berdasarkan fakta tersebut, peringkat Indonesia kalah dari
Singapura yang menempati urutan pertama Indeks Keamanan Pangan Global
(GSFI) yang dirilis Economist Intelligence Unit (The Economist 2018).
Indonesia menempati urutan ke- 65 dari total 113 negara. Sementara
negara tetangga Malaysia ada di urutan ke-40, Thailand ke-54, dan
Vietnam ke-62.
Kendati begitu, ADB menyebutkan Indonesia mampu bebas dari kasus
kelaparan sekitar tahun 2030– 2045. Dengan syarat ada peningkatan di
sektor pangan, mulai dari investasi pertanian dan modernisasi sistem
pasar pangan.
Selain itu, untuk mencapai ketahanan pangan, perlu adanya sinergi
antara investasi dan penerapan kebijakan untuk menciptakan peluang dan
efisiensi lantaran tak bisa dilakukan secara instan.
Investasi Pertanian
ADB menyatakan sektor pertanian di Indonesia masih sangat
membutuhkan tambahan investasi dari pemerintah. Perlu ada peningkatan
infrastruktur serta riset pertanian agar kebutuhan pangan di dalam
negeri bisa dipenuhi dan angka kelaparan berkurang.
Menurut ADB, sektor pertanian dan ekonomi memang telah membuat
kemajuan selama beberapa dekade terakhir. Investasi di bidang
pertanian dinilai mendesak untuk digenjot demi mengurangi angka
kelaparan.
“Menghapus angka kelaparan di Indonesia memerlukan peningkatan
investasi di sektor pertanian dan perdesaan untuk memacu produktivitas,
modernisasi sistem pangan, dan meningkatkan efisiensi pasar pangan,”
kata Ketua Tim Peneliti, Mark W Rosegrant.

.gif)