< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Proyek Banjir Citarum Mesti Beres Tepat Waktu

Kamis, 30 Januari 2020 | Kamis, Januari 30, 2020 WIB | Last Updated 2020-01-30T08:34:48Z

RESMIKAN TEROWONGAN AIR I Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) saat peresmian Terowongan Air Nanjung di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/1). Presiden Jokowi meresmikan terowongan air Nanjung sepanjang 230 meter dengan diameter 8 meter yang dibangun sebagai salah satu langkah penanggulangan banjir di kawasan Bandung Selatan.
BANDUNG – Presiden Joko Widodo berharap seluruh proyek penanganan banjir di kawasan Cekungan Bandung di hulu Sungai Citarum dapat selesai dalam waktu yang ce­pat. Jika hal itu terealisasi, pembangunan proyek di hilir Su­ngai Citarum akan dimulai.
“Kita harapkan dengan selesainya itu, hulunya bisa di­selesaikan, kemudian kita akan masuk ke hilirnya yang pa­ling bawah,” kata Presiden Jokowi seusai meresmikan Tero­wongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Rabu (29/1).
Pembangunan Terowongan Nanjung merupakan salah satu upaya pemerintah guna membenahi Sungai Citarum.
Pemerintah pusat mengambil alih pembangunan tero­wongan tersebut pada 2018 sebagai bagian dari pembe­nahan Sungai Citarum dari hulu ke hilir dalam program Citarum Harum.
Presiden mengatakan, setelah Terowongan Nanjung, sejumlah infrastruktur pengendali banjir di cekungan Ban­dung akan kembali dilakukan mulai dari embung, kolam retensi, sampai floodway atau sodetan.
“Ini upaya kita dalam rangka mengatasi genangan ban­jir yang ada di Kabupaten Bandung dan juga di bawahnya. Jadi, program besarnya kita baru menyelesaikan yang di hulu, itu pun belum selesai. Jadi, di sini kalau Terowongan Nanjung rampung, retensi di Cieunteung, Gedebage, An­dir, dan Cisangkuy sudah selesai 100 persen, maka genang­an ini akan betul-betul terkurangi banyak,” ujar Presiden.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Terowongan Nanjung memiliki pan­jang 230 meter dan diameter delapan meter. Terowongan mampu meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 meter kubik per detik menjadi 669 meter kubik per detik.
Terowongan Nanjung menjadi bagian dari Sistem Pe­ngendalian Banjir Sungai Citarum. Berada di Curug Jom­pong, terowongan tersebut akan mempercepat arus air Su­ngai Citarum dengan begitu, genangan banjir di cekungan Bandung akan lebih cepat surut dan berkurang.
Salah Satu Upaya
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil (Kang Emil), mengatakan Terowongan Nanjung menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan banjir di kawasan Bandung Selatan. “Berkat Terowongan Nanjung dan Curug Jompong ini biasanya area terdampak banjir itu sekitar 490 km persegi, ta­hun ini hanya 80 km persegi. Artinya, banjir betul masih ada, tapi pengurangannya sangat signifikan,” kata Kang Emil.
“Warga terdampak, baik yang tetap tinggal di rumah dan mengungsi, kalau dulu rutin sekitar 159.000 warga yang ter­dampak sekarang turun menjadi sekitar 70.000 sekian war­ga terdampak. Jadi, sudah turun setengahnya,” imbuhnya.
Kang Emil menambahkan, selain Terowongan Nanjung, pemerintah akan membangun infrastruktur pengendali banjir, salah satunya Floodway Cisangkuy.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update