< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Disiapkan 1,9 Triliun Rupiah untuk Reboisasi Besar-besaran

Selasa, 04 Februari 2020 | Selasa, Februari 04, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-04T14:45:26Z

BOGOR – Presiden Joko Widodo mendorong upaya pendekatan vege­tatif dalam penanganan bencana ban­jir dan longsor. Untuk itu,pemerintah menyiapkan 1,9 triliun rupiah untuk reboisasi besar-besaran.
“Jadi, di tempat-tempat yang ter­jadi bencana banjir dan utamanya yang tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan-pendekatan fisik saja, bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga yang berkaitan dengan vegeta­tif,” kata Presiden Jokowi di Kebun Bibit, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Ba­rat, Senin (3/2).
Presiden lalu mencontohkan pe­nanaman bibit pohon yang dilaku­kan di Kecamatan Sukajaya. Menurut Presiden, hal itu merupakan salah satu contoh pendekatan vegetatif.
Presiden menuturkan, di daerah Sukajaya, pemerintah menyiapkan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman. Bibit tanaman tersebut terdiri atas ta­naman yang memiliki nilai ekonomi, seperti jengkol, durian, sirsak, hingga petai. Pemerintah juga menyiapkan tanaman yang berfungsi untuk mem­perbaiki ekosistem, seperti tanaman vetiver dan sereh wangi yang akarnya bisa 3,5 meter sampai empat meter.
Secara khusus, Presiden meminta masyarakat setempat agar meman­faatkan tanaman bernilai ekonomis serta tidak merusak tanaman pence­gah longsor seperti vetiver.
“Ini kita termasuk mengedukasi masyarakat, tanaman vetiver, sereh wangi tidak dicabut. Tapi, tolong yang dipakai untuk nilai ekonomi tadi du­rian, sirsak, jambu, jengkol yang itu-itu. Saya kira nanti dari Kementerian LHK menanam sambil mengedukasi masyarakat karena yang menanam juga masyarakat,” tuturnya.
Untuk program tersebut, pemerin­tah telah menyiapkan anggaran 1,9 triliun rupiah untuk seluruh Indo­nesia pada tahun 2020. A“Kita sudah petakan, misalnya kita tidak hanya yang terkena bencana, tetapi yang debit airnya sudah turun seperti Da­nau Toba, itu kan kita siapkan jutaan (bibit) untuk kita hijaukan kembali. Gajah Mungkur yang sedimentasinya sudah turun masuk ke waduk juga sama. Sampai kapan pun kalau kita keruk hanya sedimen-sedimen, (tapi) di atasnya, di hulunya tidak ditanami, ya tiap hari kita hanya urusan-urusan kayak gini terus,” ujar Presiden.
Tentukan Lokasi
Saat ditanya terkait relokasi kor­ban bencana, Presiden telah me­minta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor, Ade Yasin, untuk segera menentukan lokasi.
“Saya sampaikan agar Ibu Bu­pati, Pak Gubernur tentukan lokasi secepatnya. Kalau memang itu me­makai lahan PTPN, nanti itu bagian dari pemerintah pusat, akan lang­sung saya perintahkan kepada Men­teri BUMN untuk segera diberikan, secepat-cepatnya. Begitu land clear­ing selesai, PU langsung masuk, se­cepatnya,” tutup Presiden. fdl/AR-2
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update