< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Covid-19 dan Restorasi Ketenagalistrikan

Selasa, 17 Maret 2020 | Selasa, Maret 17, 2020 WIB | Last Updated 2020-03-17T13:44:51Z


Tahun 2020, Indonesia menemui berlembar bab baru yang arah ceritanya sangat membingungkan. Kalau biasanya permulaan kisah diawali dengan pendahuluan yang masih bahagia, entah mengapa kasusnya berbeda dengan negeri ini. Sebab sudah sedari awal, cerita dibuka dengan banjir yang mengguyur daerah-daerah yang rawan. Dilanjutkan dengan rentetan polemik kritis lainnya, dengan yang paling parah adalah pandemi covid-19. Virus yang disebut-sebut menjadi ancaman terbesar umat manusia setelah SARS dan flu.
            Kehadiran covid-19 atau corona sendiri ibarat efek domino. Corona yang idealnya hanya menyerang kesehatan manusia, secara berangsur-angsur menjatuhkan sektor lainnya, seperti ekonomi, politik, ketahanan, dan lain sebagainya. Hingga titik ekstremnya, corona bisa saja melumpuhkan total sebuah negara. Itu pun terjadi jika negara tersebut belum memiliki kapasitas ekonomi yang mumpuni dan kepiawaian politik yang baik.
             Bagaimana dengan Indonesia? Negara ini termasuk segelintir yang ketakutan dengan marabahaya corona. Jika di antaramu ada yang berani menginjakkan kaki ke luar rumah, cobalah tengok. Alam terlampau sunyi, bahkan klakson mobil yang biasa menemani hari seolah lenyap begitu saja. Makhluk sosial bernama manusia yang biasanya memenuhi jalan dengan kelantangannya, kini hanya terhitung setengah atau malahan seperempatnya. Akibatnya, mereka “dikarantina” di dalam rumahnya sendiri dan diliburkan dari pekerjaannya.
            Implikasinya, sektor industri, perhotelan, dan restoran dengan pendapatan yang bergantung dengan jumlah pengunjung, terancam roboh. Berbagai perusahaan yang diuntungkan dari banyaknya pembeli, akan dihadapkan dengan beribu konsumen yang memilih untuk menimbun barang beliannya. Listrik perusahaan yang surplus, akan semakin surplus sehingga terbuang percuma. Baik perusahaan dan penyedia listrik, sama-sama dirugikan dengan pengeluaran yang terus membengkak.  
Otomatis dalam jangka panjang, perusahaan akan merugi sangat banyak. Pandemi corona yang didesas-desuskan bakal menjumpai epilognya di akhir tahun, tentu memperparah siklus ekonomi perusahaan. Ihwal ini berakselerasi cepat sekali, dari sebuah wabah corona menjadi “pembuka hari kiamat”.
            Lantas pertanyaannya, apakah benar-benar tidak ada solusi dalam keterpurukan ini? Apakah bencana corona menjadi akhir dari segala-galanya bagi umat manusia, terkhususnya Indonesia?
            Mari mengheningkan cipta sejenak. Memejamkan mata yang terlampau lelah meratapi nasib. Dan menyantaikan sekujur tubuh yang terlalu tegang lantaran merespon kenyataan. Kemudian memulai algoritma berpikir dengan mendentingkan “setelah kesulitan ada kebaikan”. Terutama dalam sektor ketenagalistrikan, percayalah ada jalan terbaik untuk mewujudkan megaproyek 35.000 MW di tengah badainya angin.
            Kendati telah berulang diucapkan, bahwa banyak investor hendak menarik investasinya dari pasar karena corona. Kita bisa mengamini satu bentuk investasi yang sekiranya cocok dengan kondisi dunia sekarang. Investasi tersebut tak lain adalah investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
FDI sendiri menyimpan beberapa aset yang masuk dalam negeri, yaitu modal, tenaga kerja, teknologi, keahlian, dan barang. Inilah yang menyebabkan likuiditas FDI yang sulit cair dan susah dikirim balik ke negara asal. Sehingga FDI bisa menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan investasi ketenagalistrikan di kala corona menyerang. Investasi ini bisa dialokasikan untuk pembangkit listrik, sekaligus menambah transmisi dan distribusi listrik.
Pasokan listrik, dikabarkan jumlahnya sangat berlebih dan menganggur. Sebab, pertumbuhan konsumsi listrik 4%, berbeda jauh dengan asumsi pertumbuhan konsumsi listrik 6,5%. Pasokan listrik PLN yang berlebih, bisa didistribusikan ke industri yang notabenenya memerlukan listrik sangat banyak. Alhasil, industri pun bisa menghemat ongkos perusahaan.
Selain itu, revisi regulasi omnibus law turut membawa angin segar untuk ketenagalistrikan tanah air. Sebab, reformulasi sejumlah perundang-undangan, mempermudah peningkatan investasi. Investor yang selama ini menarik diri dari ketidakpastian pasar listrik Indonesia, akan mulai menyuntikkan dananya untuk membantu pertumbuhan ketenagalistrikan nasional.
Telah jelas terlihat bahwa terdapat berbagai ragam sinyal positif ketenagalistrikan yang tidak mustahil dicapai. Covid-19 membawa berkah mujarab untuk restorasi ketenagalistrikan, dengan caranya sendiri. Tinggal bagaimana kita mengubah sudut pandang dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. 


Nama: Habibah Auni
Instansi: Mahasiswa S1 Program Studi Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada
Atribusi: Kepala Departemen Pendidikan Perhimpunan Mahasiswa Cendekia; Penulis 64 Opini Media Massa; Penulis Buku "Menyelami Jejak Warta Nusantara"
Alamat: Pogung Kidul no.15 A, Sleman, Yogyakarta
Domisili asal: Tangerang Selatan, Banten
Nomor Handphone: 082223248310
Akun media sosial: habibah_auni (Instagram), @carbink98 (Line)
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update