< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Suhu Udara Indonesia Dapat Memperpendek Usia Covid-19

Minggu, 26 April 2020 | Minggu, April 26, 2020 WIB | Last Updated 2020-04-26T13:25:54Z

Kepala Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Department of Homeland Security (DHS), AS, William Bryan
JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebut suhu udara di Indonesia dapat memper­pendek masa hidup virus ko­rona atau Covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi setelah mendengar pernyataan pejabat Department of Home­land Security Amerika Serikat (AS) terkait penelitian virus ko­rona. Disebutkan, suhu udara, sinar matahari, dan tingkat ke­lembaban udara memengaruhi kecepatan kematian virus Co­vid-19 di udara dan di permu­kaan yang tidak berpori.
Seperti diketahui, Kepala Ilmu Pengetahuan dan Teknolo­gi Department of Homeland Se­curity (DHS), William Bryan, da­lam keterangan harian Satuan Tugas Virus Korona di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (23/4), mengatakan studi pen­dahuluan menunjukkan bahwa virus korona jenis baru dapat mati lebih cepat dalam cuaca panas dan lembap, daripada da­lam kondisi yang lebih dingin dan lebih kering.
“Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembaban, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpo­ri,” kata Jokowi seperti dikutip dari keterangan pers Sekreta­riat Presiden, Jumat (24/4).
Menurut Jokowi, hasil pene­litian itu menjadi berita meng­gembirakan bagi Indonesia yang beriklim tropis dengan suhu yang panas, udara lem­bap, dan kaya sinar matahari.
Meski begitu, Jokowi tetap mengingatkan agar masyara­kat terus menjalankan protokol pencegahan penularan Co­vid-19 secara disiplin.
“Namun demikian, jangan lupa protokol pencegahan penularan Covid-19 harus te­rus kita jalankan secara disi­plin dengan disiplin yang kuat. Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan,” ujar Jokowi.
Ditambahkan, kedua, selalu menggunakan masker. Ketiga, jaga jarak. “Dan yang keempat tingkatkan imunitas, tingkat­kan daya tahan tubuh,” sam­bung Jokowi.
Hingga Jumat, 22 April 2020, jumlah kasus Covid-19 di In­donesia mencapai 8.211 orang, 1.002 orang sembuh, dan pasien meninggal mencapai 689 orang.
Studi Pendahuluan
Sebelumnya, William Bryan mengatakan meningkatkan suhu dan kelembaban umumnya ku­rang menguntungkan virus.
Bryan mengatakan pene­litian itu menunjukkan masa hidup virus lebih singkat pada suhu dan kelembaban yang le­bih tinggi daripada dalam kon­disi cuaca yang lebih dingin.
“Jika Anda melihat suhu meningkat, karena kelembab­an meningkat, tidak ada sinar matahari, Anda dapat melihat seberapa drastis masa hidup virus. Jadi, virus itu mati da­lam kecepatan yang jauh lebih cepat dengan hanya terpapar pada suhu yang lebih tinggi dan kelembaban,” lanjut Bryan.
Sementara itu, Presiden Donald Trump, menyambut hangat berita itu dan mem­perkirakan akan lebih banyak orang yang berani keluar ru­mah pada akhir musim semi dan musim panas, saat cuaca lebih hangat. “Saya penah me­ngatakan, mungkin itu hilang dengan panas dan cahaya, Dan orang-orang tidak begitu me­nyukai pernyataan itu,” katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update