< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Harga Telur di Banten Melejit Naik, Akibat Peternak Salah Perhitungan

Kamis, 25 Agustus 2022 | Kamis, Agustus 25, 2022 WIB | Last Updated 2022-08-25T16:26:32Z

 


SERANG ( Kontak Banten)  – Dalam beberapa bulan terakhir, harga  komoditi telur di sejumlah pasar tradisional di wilayah Banten melejit naik, dari yang semula Rp24.000/kg menjadi lebih dari Rp30.000/kg.

Tidak hanya telur, beberapa komoditi lainnya seperti cabai  merah, daging ayam, serta daging sapi.

Bahkan untuk harga daging sapi segar kenaikan sudah terjadi sejak akhir tahun 2017 silam sampai sekarang, dimana untuk Harga Eceran  Tertingi  (HET) daging sapi sebesar Rp80.000/kg, namun sampai saat ini masih tinggi mencapai Rp140.000/kg.

Kepala Seksi Pengendalian Harga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten , Dede Kurnia mengatakan, berdasarkan hasil analisis data sekunder yang dilakukannya, pada tahun lalu dengan periode yang sama, para peternak ayam di Banten ini salah prediksi.

“Mereka memprediksi pada tahun 2021 itu sudah terjadi recovery  ekonomi  sehingga mereka memperbesar kapasitas kandang ayam petelor. Tapi nyatanya, krisis dampak dari Pendemi COVID  itu masih terjadi, hal itu terlihat dari permintaan masyarakat yang masih rendah, sehingga banyak yang jatuh harganya,” kata Dede, Kamis (25/8/2022 ).

Tapi yang terjadi, justru pada tahun ini geliat perekonomian daerah sudah mulai terjadi. Beberapa sektor usaha sudah mulai berjalan, permintaan sudah banyak dari restoran, rumah  makan dan catering.

“Permintaan mereka sudah mulai tinggi, namun jumlah pasokannya masih sangat terbatas. Itulah yang menjadi salah satu penyebab kenaikan harga telur beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Untuk mengatasi tingginya harga beberapa komunitas di atas, tambahnya, pemerintah saat ini sedang melakukan intervensi dari sisi suplay pemenuhan kebutuhan di pasaran, dengan menggandeng beberapa pihak seperti BUMD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

“Nanti minggu depan kita akan koordinasi, mencari mekanisme penyelesaiannya seperti apa,” ucapnya.

Selain karena faktor pasokan, lanjutnya, beberapa komoditi yang berbasis holtikultura juga terjadi kenaikan. Hal itu tidak terlepas dari faktor cuaca

“Kalau untuk pakan yang berbasis impor, kondisi keamanan global juga ikut mempengaruhi,” tuturnya.

Sementara itu, seorang pedagang telur eceran di Kota Serang, Sini Listiandini mengaku, sudah menurunkan jumlah  penjualan  telornya karena harganya yang cukup mahal.

Hal itu, terpaksa dilakukan meskipun banyak pelanggannya yang kerap mempertanyakan.

“Banyak yang nanya saya masih jualan apa engga, karena stok telornya abis terus. Padahal bukan itu masalahnya, tapi karena stoknya yang dikurangi,” ucapnya. 

Dalam satu minggu, lanjutnya, biasanya ia bisa menghabiskan tiga peti telor. Tapi sejak adanya kenaikan harga, ia hanya bisa membeli satu peti saja. “Makanya banyak yang nanya,” imbuhnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update