Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang diperbarui pada 7 Maret 2026, total anggaran pengadaan fasilitas tersebut tercatat mencapai Rp486,9 juta.
Dari data tersebut diketahui, satu unit meja biliar direncanakan untuk ditempatkan di rumah dinas Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie dengan nilai anggaran sekitar Rp151 juta.
Sementara itu, satu unit lainnya akan ditempatkan di rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam dengan nilai anggaran yang lebih besar, yakni sekitar Rp335,9 juta.
Kemunculan rencana pengadaan tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah daerah akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas DPRD Sumatera Selatan Hadiyanto membenarkan bahwa rencana pengadaan meja biliar tersebut memang tercantum dalam daftar pengadaan tahun ini.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses pengadaan tersebut belum direalisasikan dan saat ini masih berada pada tahap e-katalog.
“Memang ada dalam rencana pengadaan, tetapi saat ini masih tahap e-katalog dan belum dilaksanakan,” ujar Hadiyanto saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa meja biliar tersebut direncanakan sebagai fasilitas penunjang aktivitas pimpinan dan anggota dewan di rumah dinas.
Meski begitu, rencana tersebut tetap memicu perdebatan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai belanja daerah seharusnya lebih difokuskan pada program yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan rencana pengadaan meja biliar tersebut akan direalisasikan.
.gif)