< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemprov Banten Wacanakan Bus Antar-Jemput ASN ke KP3B, Solusi Efisiensi Energi dan Akses Transportasi

Selasa, 07 April 2026 | Selasa, April 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-07T04:19:35Z

 



Serang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mewacanakan penyediaan bus antar-jemput bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus menjawab keterbatasan akses transportasi menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Kebijakan ini mencuat setelah opsi mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum dinilai belum efektif. Salah satu kendala utama adalah belum meratanya trayek angkutan umum yang menjangkau kawasan KP3B.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Ai Dewi Suzana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait kemungkinan penyediaan layanan bus khusus bagi pegawai.

“Sudah sempat komunikasi dengan Dishub untuk menyiapkan bus. Jika disetujui pimpinan, sepertinya ini akan menjadi langkah yang baik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurut Ai, skema awal rute yang tengah dibahas mencakup beberapa titik strategis, seperti Cinanggung, Ciceri, Kebon Jahe hingga kawasan KP3B, serta rute dari wilayah Kepandean. Rute tersebut dirancang untuk menjangkau kantong-kantong permukiman ASN.

Selain efisiensi energi, program ini juga dinilai memiliki manfaat tambahan bagi pegawai, khususnya dalam mendorong pola hidup lebih sehat.

“Ini juga bagus untuk kesehatan, karena mendorong pegawai lebih banyak bergerak,” tambahnya.

Masih Tunggu Persetujuan dan Kajian Anggaran

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, Tri Nurtopo, menegaskan bahwa realisasi program tersebut masih bergantung pada keputusan pimpinan daerah, termasuk terkait kesiapan anggaran.

“Saya menunggu arahan pimpinan, karena ini merupakan kebijakan strategis,” kata Tri.

Ia menjelaskan, pembahasan saat ini masih berada pada tahap awal dan belum menyentuh aspek teknis secara rinci. Salah satu hal krusial yang harus dipastikan adalah sumber pembiayaan operasional, termasuk biaya bahan bakar minyak (BBM).

“Anggaran harus dihitung terlebih dahulu, termasuk biaya operasional seperti BBM. Itu yang perlu dipastikan,” jelasnya.

Tri memperkirakan, jika program ini disetujui, maka layanan bus ASN akan difokuskan pada dua lintasan utama, yakni dari wilayah barat dan timur menuju KP3B sebagai pusat aktivitas pemerintahan.

“Perkiraan awal, akan ada dua lintasan utama, dari arah barat dan timur menuju KP3B,” ujarnya.

Solusi Akses dan Efisiensi

Wacana ini dinilai menjadi solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan ASN terhadap kendaraan pribadi, sekaligus mendukung kebijakan efisiensi energi di lingkungan pemerintahan.

Namun demikian, aspek operasional—terutama terkait konsumsi BBM dan keberlanjutan anggaran—menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.

“Yang jelas, operasional BBM harus menjadi perhatian utama,” pungkas Tri.

Jika terealisasi, program bus antar-jemput ASN ini berpotensi menjadi langkah awal transformasi sistem transportasi pegawai di lingkungan Pemprov Banten yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update