Sejak pagi hari, antrean masyarakat sudah mengular hingga memenuhi area bazar. Tingginya antusiasme warga terlihat dari panjangnya barisan pembeli yang rela menunggu berjam-jam demi memperoleh paket sembako dengan harga sekitar 50 persen lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Meski harus mengantre di bawah terik matahari, semangat warga tidak surut. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi panas, mulai dari menggunakan kardus, topi, hingga tas kain atau tote bag sebagai penutup kepala. Antrean baru mulai berkurang sekitar pukul 11.30 WIB.
Polri Kemas Bazar dalam Konsep Pesta Rakyat
Asisten Logistik Kapolri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan bazar sembako murah, tetapi juga dirancang sebagai pesta rakyat yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hiburan, serta acara nonton bersama pada malam hari.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mendekatkan Polri kepada masyarakat.
"Ini bazar dan UMKM kita kemas dalam kegiatan pesta rakyat. Di dalam kegiatannya ada bazar UMKM, hiburan, dan juga nonton bergembira nanti malam. Semua ini dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80," ujar Suwondo di lokasi.
Ia menjelaskan, meskipun dikemas dalam suasana hiburan, kegiatan tersebut tetap merupakan bentuk bakti sosial Polri kepada masyarakat.
"Tujuannya tentu bakti sosial tetapi dikemas dalam suasana gembira. Paket sembakonya berisi beras, minyak goreng, dan gula dengan harga Rp25 ribu. Harga jualnya sekitar 50 persen lebih murah dibanding harga di pasaran," katanya.
Digelar Serentak di Lima Wilayah
Suwondo mengatakan bazar sembako murah tersebut dilaksanakan secara serentak di lima wilayah, yakni Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Bekasi.
Menurutnya, memasuki usia Bhayangkara ke-80, Polri berkomitmen terus meningkatkan pelayanan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
"Pandangan dan pikiran kami selalu menuju masyarakat. Semua sumber daya kami berasal dari masyarakat dan harus kami kembalikan dalam bentuk perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Itu menjadi semangat kami di usia Bhayangkara ke-80 agar menjadi institusi yang semakin matang," ungkapnya.
Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Sembako Murah
Salah seorang warga, Ahmad (42), mengaku datang sejak pagi untuk mendapatkan kupon pembelian sembako murah.
Warga Pondok Cabe Ilir itu berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, ia baru memperoleh kupon pembelian sekitar pukul 10.00 WIB setelah mengantre selama beberapa jam.
"Saya berangkat jam 6 pagi, sampai sekitar jam setengah 7. Tapi baru bisa beli kupon sekitar jam 10," katanya.
Ahmad mengatakan, pada awal pelaksanaan setiap warga diperbolehkan membeli maksimal tiga kupon. Namun, karena membludaknya jumlah pengunjung, panitia kemudian membatasi pembelian menjadi satu kupon untuk setiap orang agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan memperoleh sembako.
"Katanya takut tidak kebagian, jadi dibatasi satu kupon satu orang. Saya akhirnya dapat dua paket karena istri saya juga ikut antre," ujarnya.
Paket Berisi Beras, Gula, dan Minyak Goreng
Setiap paket sembako yang dijual dalam bazar tersebut berisi sekitar 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng dengan harga Rp25 ribu per paket.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah tingginya harga sejumlah bahan pangan.

.gif)