< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Diskusi Publik Lintas Alumni : Bahas Konsep Ta'awun: Menumbuhkan Budaya Tolong-Menolong di Era Modern

Kamis, 09 Juli 2026 | Kamis, Juli 09, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-09T05:04:32Z

 


JAKARTA  KONTAK BANTEN – Semangat tolong-menolong (ta'awun) menjadi tema utama dalam diskusi yang digelar Mahasiswa Lintas Alumni dan Crew Kontak Banten di kawasan Cikini Raya, Jakarta. Diskusi tersebut mengangkat pentingnya membangun kepedulian sosial di kalangan generasi muda melalui nilai-nilai Islam yang mengajarkan kerja sama, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Peserta diskusi menilai, di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang semakin individualistis, budaya saling membantu perlu terus diperkuat agar tercipta masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Ta'awun, Nilai Dasar Kehidupan Bermasyarakat dalam Islam

Dalam Islam, tolong-menolong dikenal dengan istilah ta'awun, yaitu sikap saling membantu dalam setiap bentuk kebaikan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Peserta diskusi menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan.

Namun, Islam juga memberikan batasan yang jelas bahwa pertolongan hanya boleh dilakukan dalam perkara yang membawa manfaat, bukan dalam perbuatan yang melanggar syariat.

Al-Qur'an Menjadi Landasan Ta'awun

Diskusi menegaskan bahwa konsep ta'awun memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad SAW.

Salah satu ayat yang menjadi pedoman utama adalah Surat Al-Ma'idah ayat 2, yang berbunyi:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)

Menurut peserta diskusi, ayat tersebut memberikan dua pesan penting.

Pertama, umat Islam diperintahkan untuk saling membantu dalam segala bentuk kebaikan, seperti pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi, maupun dakwah.

Kedua, umat Islam dilarang memberikan dukungan terhadap tindakan yang merugikan orang lain, melanggar hukum, maupun bertentangan dengan ajaran agama.

Persaudaraan Sesama Muslim

Selain itu, peserta juga mengutip QS. Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa seluruh orang beriman adalah saudara.

Ayat tersebut mengajarkan bahwa hubungan antarsesama Muslim tidak hanya sebatas hubungan sosial, tetapi juga memiliki ikatan keimanan yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

Menurut peserta diskusi, persaudaraan yang kuat menjadi modal utama dalam membangun bangsa yang damai dan berkeadilan.

Hadis Nabi: Allah Menolong Orang yang Menolong Sesama

Dalam diskusi juga disampaikan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

"Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Peserta menilai hadis tersebut memberikan motivasi bahwa setiap kebaikan yang dilakukan kepada orang lain tidak akan sia-sia karena Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada orang yang gemar membantu sesama.

Dengan demikian, budaya tolong-menolong bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah yang bernilai pahala.

Implementasi Ta'awun di Lingkungan Kampus

Mahasiswa dalam diskusi tersebut menilai bahwa konsep ta'awun harus diterapkan secara nyata dalam kehidupan kampus.

Bentuk implementasinya tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga melalui kerja sama akademik, kepedulian sosial, hingga dukungan moral kepada sesama mahasiswa.

1. Kolaborasi Akademik

Peserta sepakat bahwa persaingan akademik tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan.

Mahasiswa didorong untuk saling berbagi ilmu, membentuk kelompok belajar, menjadi mentor bagi teman yang mengalami kesulitan memahami materi kuliah, serta menghindari praktik kecurangan akademik.

Menurut mereka, keberhasilan seorang mahasiswa tidak diukur dari kemampuan mengalahkan teman, melainkan dari kemampuan berkembang bersama.

2. Gerakan Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Karena itu, budaya ta'awun dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial seperti:

  • Bakti sosial.
  • Donor darah.
  • Penggalangan dana kemanusiaan.
  • Pendampingan pendidikan bagi masyarakat.
  • Relawan bencana alam.
  • Kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga belajar memahami persoalan sosial secara langsung.

3. Memberikan Dukungan Emosional

Diskusi juga menyoroti pentingnya kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi.

Tekanan tugas kuliah, skripsi, hingga persoalan ekonomi sering kali membuat mahasiswa mengalami stres bahkan kehilangan motivasi belajar.

Dalam kondisi tersebut, ta'awun dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menjadi pendengar yang baik, memberikan semangat, mengajak berdiskusi untuk mencari solusi, hingga membantu teman mengakses layanan konseling apabila diperlukan.

Menurut peserta, kepedulian kecil dapat memberikan dampak besar bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan.

Tantangan Budaya Tolong-Menolong di Era Digital

Diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Kemajuan teknologi memang mempermudah komunikasi, tetapi di sisi lain juga memunculkan sikap individualistis, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, hingga maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan, memperluas jaringan kolaborasi, serta memperkuat gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ta'awun sebagai Fondasi Membangun Bangsa

Di akhir diskusi, peserta menegaskan bahwa budaya tolong-menolong bukan hanya menjadi ajaran agama, tetapi juga merupakan fondasi dalam membangun masyarakat yang kuat, harmonis, dan berdaya saing.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kolaborasi yang positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui penerapan nilai ta'awun, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan penuh semangat gotong royong.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update