MALANG, KONTAK BANTEN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat negara yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat dengan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat maupun melakukan tindak korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin panen raya nasional bersama TNI yang dilaksanakan secara serentak di 43 lokasi di seluruh Indonesia, dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa seluruh aparatur negara harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat," tegas Presiden Prabowo.
Seluruh Pejabat Harus Mengabdi untuk Rakyat
Presiden mengatakan setiap pejabat, baik yang dipilih langsung oleh rakyat maupun yang bertugas di pemerintahan, birokrasi, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, seluruh unsur pemerintahan harus bekerja secara kompak dan bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Prabowo mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Tegaskan Perang Melawan Korupsi
Selain menyoroti kebijakan yang merugikan masyarakat, Presiden juga kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi.
Ia menyatakan tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang terbukti mencuri uang negara atau menyalahgunakan keuangan rakyat.
"Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Saya tidak akan ragu-ragu!" ujar Prabowo dengan tegas.
Menurut Presiden, kekayaan negara harus dikelola secara bertanggung jawab agar hasilnya benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat dan menjadi modal pembangunan bagi generasi mendatang.
Ajak Perkuat Persatuan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjunjung tinggi hubungan persahabatan dengan seluruh negara di dunia. Namun, di tengah dinamika global, bangsa Indonesia harus tetap menjaga kekompakan dan persatuan.
"Kita tidak mau memusuhi siapa saja. Saya katakan kita mau bersahabat dengan semua negara. Tapi kita sadar sekarang bahwa kita harus kompak, kita harus bersatu, semua unsur," katanya.
Panen Raya Jadi Gerakan Nasional Ketahanan Pangan
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyoroti pelaksanaan panen raya nasional yang digelar serentak di 43 titik di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi telah berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, pemerintah daerah, petani, dan masyarakat.
Presiden mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan panen raya tersebut.
"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Prabowo.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus dipertahankan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan.

.gif)