PANDEGLANG KONTAK BANTEN — Harga daging ayam potong di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp40.000 per kilogram. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak langsung terhadap penurunan omzet penjualan.
Pedagang ayam potong di Pasar Badak, Endi, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi secara bertahap dalam sebulan terakhir. Tingginya permintaan masyarakat, kenaikan harga pakan ternak, serta pasokan ayam yang banyak terserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi sejumlah faktor pemicu.
“Sekarang harga patokan di kisaran Rp40.000 sampai Rp42.000 per kilogram dari harga sebelumnya sekitar Rp33.000. Faktor kenaikan ini dari permintaan masyarakat yang tinggi, harga pakan naik, serta pasokan banyak terserap untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Endi, Sabtu (15/8/2026).
Penjualan Pedagang Anjlok 40 Persen
Kenaikan harga ayam membuat daya beli masyarakat menurun. Kondisi tersebut turut berdampak pada volume penjualan pedagang di pasar.
Endi mengaku penjualannya mengalami penurunan hingga sekitar 40 persen. Jika sebelumnya mampu menjual hingga dua kuintal ayam dalam sehari, kini satu kuintal pun belum tentu habis.
“Omzet penjualan jelas mengalami penurunan drastis karena biasanya sanggup menjual sampai dua kuintal tetapi sekarang satu kuintal saja tidak habis,” katanya.
Pedagang lainnya, Acep, juga mengeluhkan kenaikan harga ayam. Menurutnya, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp38.000 per kilogram kini naik menjadi Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram.
“Harga ayam sekarang melonjak naik menjadi Rp40.000 hingga Rp43.000. Kondisi ini sangat memberatkan pedagang karena barang sulit didapat serta pembeli tidak kuat membeli,” ujar Acep.
Konsumen Kurangi Pembelian
Kenaikan harga ayam juga dirasakan konsumen. Salah seorang pembeli, Uju, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian untuk menekan pengeluaran rumah tangga.
Ia menyebut rencana membeli dua kilogram ayam terpaksa dikurangi menjadi satu kilogram karena harga yang semakin tinggi.
“Harga sekarang terasa sangat kemahalan bagi kami sebagai pembeli apalagi menjelang peringatan hari besar Maulid Nabi. Kami terpaksa mengurangi jumlah pembelian dari rencana dua kilogram menjadi hanya satu kilogram saja,” ucap Uju.(JJ)

.gif)