Timnas Jerman harus mengakui keunggulan Yunai dalam laga UEFA Nations League. Pasukan Juergen Klopp menyerah 0-1 di kandang.
Matchday kedua Grup B UEFA Nations League menghadirkan duel Jerman vs Yunani. Pertandingan berlangsung di WWK Arena, Senin (28/9/2026) dini hari WIB.
Jerman tampil dominan sepanjang 2×45 menit. Tim tuan rumah mencatatkan 14 percobaan tembakan (5 on target) dan 76 persen penguasaan bola, unggul jauh ketimbang Yunani yang cuma bikin 5 shots (1 on target) dan 24 persen ball possession.
Kendati demikian, Jerman kesulitan membongkar pertahanan Yunani. Kiper Konstantinos Tzolakis tampil gemilang dengan melakukan 5 penyelamatan, 2 di antaranya dari percobaan di kotak penalti.
Yunani mampu mengimbangi Jerman tanpa gol pada babak pertama. Kejutan terjadi selepas turun minum, tepatnya menit ke-74.
Pemain pengganti Dimitrios Kourbelis mencetak gol untuk Yunani. Bola sepakannya di kotak penalti membentur kaki Joshua Kimmich, mengubah arah bola masuk ke gawang. Jerman tak kuasa menyamakan kedudukan hingga pluit panjang berbunyi. Laga tuntas untuk kemenangan Yunani 1-0.
Hasil ini membawa Yunani ke puncak klasemen Grup B dengan 6 poin. Jerman melorot ke urutan 3 dengan 1 poin.
Pelatih Timnas Jerman Juergen Klopp angkat bicara soal kekalahan timnya dari Yunani. Dia tak menduga Jerman kalah, tapi menegaskan hasil ini tak mempengaruhi dirinya. ”Saya tidak menyangka, tetapi saya juga tidak terkejut mereka berhasil mencetak gol yang buruk di akhir pertandingan,” kata Klopp, dilansir dari Bild.
”Saya sama sekali tak terpengaruh olehnya. Saya telah kalah jauh lebih banyak pertandingan dalam hidup saya daripada yang saya inginkan,” dia menambahkan.
”Selama Anda mengambil kesimpulan yang tepat darinya, pada akhirnya itu adalah informasi yang sama baiknya dengan kemenangan,” jelasnya.
Klopp juga meminta fans bersabar. Ia menyebut kekalahan ini jadi bagian dari prosesnya membangun Timnas Jerman. “Ini bagian dari proses, sungguh. Lineup, formasi, banyak perubahan, itu semua 100% tanggung jawab saya,” katanya kepada ARD.
“Sepak bola, begitulah adanya. Terkait undian pertandingan ini malam ini, saya bisa dengan mudah menerimanya. Tetapi kalah, itu sangat buruk. Saya tidak berpikir kami pantas mendapatkannya, tetapi itu terjadi, dan di inilah yang kami dapatkan,” katanya.
Dengan hasil satu angka dari potensi enam poin, Juergen Klopp meraih hasil terburuk di antara pelatih-pelatih Timnas Jerman. Klopp jadi pelatih Jerman ketiga yang gagal menang di dua laga pertamanya setelah Sepp Herberger (1937) dan Helmut Schoen (1965), yang sama-sama memulai dengan dua poin hasil dua kali seri.
Meski demikian, baik Herberger maupun Schoen sama-sama berhasil mengantar Jerman (ketika itu masih Jerman Barat) berprestasi. Herberger mempersembahkan titel Piala Dunia 1954, sedangkan Schoen memimpin timnya juara Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.
Juergen Klopp tampak tidak terlalu khawatir dengan start Jerman di bawah pimpinannya. “Ini adalah bagian dari proses, pastinya begitu,” kata mantan pelatih Liverpool dan Borussia Dortmund ini selepas kekalahan dari Yunani.
“Line-up, formasi, banyaknya perubahan — itu 100 persen keputusan saya. Yunani punya sebuah rencana bermain pada malam ini. Kami harus lebih yakin pada apa yang kami lakukan. Kami toh bisa mengambil banyak hal dari pertandingan ini, dan kami akan melakukannya — dan kami akan mengerjakannya,” lugas Klopp dikutip ESPN.

.gif)