< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gunakan Alat Peledak, Warga Keluhkan Penambangan Batu

Selasa, 07 Maret 2017 | Selasa, Maret 07, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-07T01:47:55Z
LEBAK, (KB).-Warga Kampung Bitung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Muncang mengeluhkan aktivitas pertambangan batu yang berlokasi di Gunung Geblegan di wilayah setempat. Sebab, selain kerap menimbulkan polusi udara, keberadaan pertambangan yang sudah beraktivitas hampir dua tahun itu juga menimbulkan kebisingan karena menggunakan alat peledak. ”Setiap hari perusahaan itu selalu menggunakan alat peledak untuk menghancurkan batu yang ada di bukit. Dampaknya selain membuat kebisingan juga menimbulkan debu, terlebih jarak antara lokasi tambang dan permukiman warga sangat dekat sekitar 15 meter,” kata salah seorang warga setempat, Salpan, Ahad (5/3/2017).Menurut dia, sudah hampir dua tahun perusahaan beroperasi, warga tidak pernah tahu siapa pemilik dan nama perusahaan tersebut. Sebab, selama ini di lokasi pertambangan tidak pernah terpampang papan nama perusahaan, sehingga hal itu menimbulkan pertanyaan warga, terlebih aktivitas pertambangan terkesan tertutup. ”Papan nama perusahaan sama sekali tidak terpampang di lokasi tambang, ada apa? Ini lah yang menimbulkan pertanyaan warga,” ujarnya. Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Asnawi mengatakan, di sekitar lokasi tambang terdapat permukiman warga yang jumlahnya sebanyak 70 kepala keluarga (KK). Selama ini, warga sangat terganggu dengan keberadaan pertambangan tersebut, karena setiap hari perusahaan selalu menggunakan peledak untuk menghancurkan batu diatas bukit. ”Suara bising, peledak dan alat berat menjadi makanan sehari-hari warga di sini. Belum lagi debu yang ditimbulkan sangat mengganggu kesehatan warga. Jika dibiarkan warga di sini akan terserang penyakit,” ucapnya.Ia mengaku, warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini kepada aparat desa, tetapi keluhan itu tidak pernah ditanggapi. Padahal keinginan warga cukup sederhana, mereka meminta agar pihak perusahaan mau merelokasi permukiman warga ke tempat yang lebih aman agar mereka tidak terdampak lebih buruk atas adanya aktivitas pertambangan tersebut.”Warga berharap ada musyawarah dengan pihak perusahaan terkait solusi atas persoalan ini. Sayangnya pihak perusahaan terkesan masa bodoh,” ucapnya. Menanggapi hal itu, aktivis Benteng Aliansi Rakyat (Bentar), A Yani mengaku miris dengan kondisi yang dihadapi warga di sekitar lokasi pertambangan batu tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera mencarikan solusi atas apa yang dihadapi warga saat ini, terlebih aktivitas pertambangan tersebut sangat mengancam keselamatan warga. ”Ini persoalan serius, pemerintah harus segera turun tangan. Apalagi, aktivitas pertambangan itu menggunakan alat peledak, sehingga prosedur standar keselamatan bagi warga harus diperhatikan oleh pihak perusahaan,” tuturnya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update