< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Dampak Banjir di Sembilan Kecamatan, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Selasa, 04 Februari 2020 | Selasa, Februari 04, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-04T10:22:18Z

Sejumlah warga korban banjir masih tinggal di tempat pengungsian di Kecamatan Kibin, Senin (3/2).
KIBIN – Banjir yang menggenangi sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Serang pada Sabtu (1/2), dampaknya masih terasa sampai saat ini. Terbukti, sedikitnya 800 warga Kecamatan Kibin masih berada di tempat pengungsian, karena air yang menggenangi kediaman mereka hingga kemarin sore belum surut.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Serang pada Sabtu (1/2) menyebabkan permukiman di sembilan kecamatan terendam banjir. Meliputi Kecamatan Kibin, Ciruas, Kragilan, Tanara, Carenang, Tirtayasa, Binuang, Lebakwangi, dan Kecamatan Pontang. Penyebab banjir akibat luapan Sungai Ciujung, tanggul irigasi jebol, hingga tidak berfungsinya saluran drainase.
Camat Kibin Imron Ruhyadi mengungkapkan, banjir di wilayahnya menggenangi dua desa, yakni Desa Ketos dan Desa Nagara. Ketinggian air mencapai sekira 60 sentimeter. Akibat banjir, kata Imron, masih banyak warganya yang mengungsi tersebar di berbagai tempat. “Saya perkirakan ada sekitar 800 lebih warga yang masih ngungsi. Di Desa Ketos saja ada 460 orang, di Nagara hampir sama. Di Ketos itu satu itu satu perumahan terendam, di Nagara tiga blok,” ungkap Imron
Imron mengatakan, warga terdampak banjir di dua desa itu rata-rata menetap di perumahan. Penyebabnya, air dari rawa yang berada di sekitar perumahan meluap karena intensitas hujan yang tinggi. “Air di dua desa itu belum surut, masih sekitar 60 sentimeter. Makanya warga masih mengungsi,” ungkapnya.
Kata Imron, ratusan warga mengungsi di beberapa tempat. Mulai dari rumah kerabatnya, musala, bangunan SD, balai desa, pos kesehatan desa (poskesdes), hingga pos bencana yang disiapkan pemerintah. “Evakuasi masih berlangsung. Kita juga sudah siapkan logistiknya, dapur umum juga sudah kita lakukan,” katanya.
Untuk mengatasi banjir, pihaknya meminta pertanggungjawaban pengembang perumahan, selain berupaya melakukan penanggulan, mengantisipasi serapan air dari luar perumahan, menurunkan alat berat dari pengembang perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Selain itu, menyedot air menggunakan mobil pemadam kebakaran,” tandasnya.       
Senada disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma. Katanya, genangan air di sembilan kecamatan terdampak banjir masih belum surut. Baru beberapa lokasi yang dinyatakan sudah kondusif. Berdasarkan data yang didapatnya di posko pengungsian yang didirikan BPBD di Kecamatan Pontang, Kibin, dan Kecamatan Ciruas. “Masih banyak warga yang mengungsi. Di Kecamatan Ciruas nihil (tidak ada pengungsi-red), di Pontang 26 orang, di Desa Ketos (Kibin-red) 96 orang,” ungkapnya.
Hingga kemarin, pihaknya masih melakukan penanganan banjir di sembilan kecamatan. Mulai dari penanggulan irigasi yang jebol hingga penyedotan air. “Kita juga sudah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir,” pungkasnya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update