SERANG KONTAK BANTEN – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten tengah menggalang dukungan pendanaan untuk memberangkatkan atletnya ke kejuaraan pencak silat internasional di Vietnam pada bulan depan.
Biaya operasional yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp35 juta untuk setiap atlet selama mengikuti pertandingan yang berlangsung selama sembilan hari.
Besarnya biaya keberangkatan menjadi tantangan bagi IPSI Banten di tengah padatnya agenda kejuaraan dan pembinaan atlet. Berdasarkan catatan sekretariat IPSI Banten, kegiatan kejuaraan maupun pembinaan atlet dapat berlangsung hingga dua kali dalam sebulan.
Ketua Umum IPSI Provinsi Banten, Ajat Sudrajat, mengatakan dukungan anggaran daerah untuk cabang olahraga pencak silat pada tahun ini masih terbatas.
Kondisi tersebut membuat pengurus IPSI Banten harus mencari sumber pendanaan tambahan secara mandiri, termasuk melalui donatur dari pihak swasta.
“Kegiatan IPSI Banten ini satu bulan bisa hampir dua kali. Untuk keberangkatan ke Vietnam, biaya per orang sekitar Rp35 juta. Kami terus berupaya mencari donatur tambahan agar atlet Banten tetap bisa berangkat mewakili Banten,” kata Ajat.
Wakil Gubernur Banten Beri Bantuan Pribadi
Dukungan terhadap persiapan atlet IPSI Banten datang dari Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Dimyati menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp10 juta untuk membantu persiapan kontingen Banten menghadapi kejuaraan internasional tersebut.
Bantuan diberikan di sela penyelenggaraan Banten Championship di Stadion Maulana Yusuf. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi IPSI Banten dalam memenuhi kebutuhan keberangkatan atlet.
Dimyati juga mendorong IPSI Banten untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak sekaligus memperluas pembinaan seni bela diri pencak silat secara berjenjang.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga harus mencakup teknik, strategi pertandingan, mental, serta penguasaan jurus.
Pembinaan Atlet Harus Berkelanjutan
Dimyati menilai pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pembinaan dan berbagai kegiatan pencak silat harus terus dikembangkan.
“Pencak silat ini membentuk karakter anak-anak kita menjadi berani, jujur, dan membela kebenaran. Pembinaan dan festival harus terus ditingkatkan, baik dari sisi teknik, strategi, maupun penguatan mental atlet,” ujar Dimyati.
Jajaran pengurus IPSI Banten menyambut positif dukungan tersebut. Tambahan bantuan dan motivasi dinilai dapat memperkuat persiapan atlet sekaligus meningkatkan semangat para pesilat untuk meraih prestasi.
IPSI Banten berharap dukungan dari pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat dapat terus bertambah sehingga atlet Banten dapat diberangkatkan ke Vietnam dan membawa nama daerah di tingkat internasional.(TIM )

.gif)